Rabu, 15 Juli 2020
Beranda Lifestyle Kesehatan Kenali 8 Ciri-ciri Jelang Menopause pada Wanita

Kenali 8 Ciri-ciri Jelang Menopause pada Wanita

Terdapat beberapa ciri-ciri ketika menopause akan terjadi pada wanita. Menopause merupakan masa transisi seorang wanita karena sudah tidak lagi haid dan berakhirnya masa reproduksi secara alami.

Dalam artian, kondisi biologi ini menjadi pertanda jika kemampuan wanita untuk hamil dan mendapat keturan sudah berakhir.

Wanita tidak akan bisa menghindari yang namanya menopause, karena hal tersebut akan terjadi pada semua wanita ketika sudah waktunya.

Menopause umumnya terjadi pada wanita ketika mereka menginjak usia 45 hingga 55 tahun. Meski semua pasti mengalaminya, namun setiap wanita memiliki pengalaman yang berbeda-beda.

Secara medis, menopause pada wanita akan terjadi 12 bulan atau 1 tahun setelah haid terakhir. Ada yang merasakan gejala-gejala yang kurang nyamanterlebih dahulu, tak sedikit juga yang tidak merasakan apapun sebelum menopause itu.

Seperti halya seseorang yang mengalami pubertas, ketika measuki masa ini perempuan akan mengalami beberapa gejala-gejala yang perubahan pada tubuh.

Lantas apa saja gejala-gejala atau ciri-ciri seorang wanita menjelang menopause? Berikut Rancah Post telah menyiapkan pembahasannya.

Ciri-ciri Menopause Pada Wanita

Beberapa perubahan kondisi tubuh akan Anda alami ketika akan menopause.

Siklus menstruasi mengalami perubahan

Ciri-ciri pertama ketika seseorang akan menopause adalah mengalami perubahan pada siklus menstruasi. Ketika menstruasi berlangsung, Anda mendapati darah yang lebih banyak atau bahkan lebih sedikit dan hanya bercak flek.

Setelah siklus menstruasi berubah, lalu Anda tidak kunjung datang bulang padahal tidak hamil dan hal tersebut terjadi selama 122 bulan berturut-turut, besar kemungkinan Anda akan menopause.

Penurunan gairah seks

Ciri-ciri akan menopause pada wanita selanjutnya adalah menurunnya gairah dalam melakukan hubungan seks. Hal tersebut terjadi karena hormon estrogen menurun dan semakin sedikit.

Terjadi juga perubahan klitoris pada vagina sehingga kepekaan terhadap rangsangan berkurang atau bahkan tidak sama sekali.

Jika gejala ini terjadi dan sudah tidak ada gairah pada ajakan seks, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan pasangan dan dokter untuk meminta saran yang terbaik.

Sulit tidur di malam hari atau insomnia

Menopause akan terjadi pada wanita yang menginjak usia 45 tahun. Jika pada usia itu adalah mengalami kesulitan tidur atau insomnia dapat mengindikasi Anda memasuki tahap menopause.

Biasanya Anda akan sulit tertidur di malam hari dan tak menutup kemungkinan akan terbangun tengah malam lalu susah untuk memejamkan mata lagi.

Sulit tidur bisa berpengaruh pada kesehatan Anda, jika mengalami hal ini segeralah cari cara mengatasi sulit tidur.

Disarankan untuk menghindari minuman yang mengandung kafein supaya tidak semakin memperburuk pola tidur Anda.

Vagina kering

Ciri-ciri menjalang menopause pada wanita yang satu ini agaknya yang paling signifikan. Ya, vagina akan menjadi kering, tidak lembap dan tidak basah.

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, wanita yang memasuki masa menopause akan mengalami penurunan estrogen. Padahal hormon estrogen memiliki fungsi sebagai pelumas yang membuat vaginan lembap.

Tentu saja berkurangnya hormon estrogen dapat membuat avagina menjadi kering. Ketika vagina kering tak jarang akan muncul rasa sakit serta gatal di area mis V.

Daya ingat menurun

Usia sudah semakin lanjut dan daya ingat pun mengalami penurunan sehingga lambat laun Anda akan kesulitan mengingat atau bahkan mengenali seseorang.

Permasalahan ini memang sering terjadi pada wanita yang sudah lanjut usia. Selain itu, penyebab daya ingat menurun juga karena kesulitan tidur sehingga kemampuan untuk berpikir semakin lambat.

Sering kencing

Ciri-ciri akan menopause pada wanita bisa juga mengalami sering buang air kecil. Tak hanya itu, pada fase ini Anda lebih rentan terkena gangguan infeksi saluran kemih.

Apabila merasakan sakit ketika buang air kecil, hal tersebut disebabkan elastisitas miss V dan uretra berangsur menghilang. Elastisitas yang menghilang itu bisa terjadi penipisan pada jaringan miss V.

Hot flashes

Hot flashes ini biasanya ditandai dengan tubuh terasa panas yang terjadi pada bagian atau seluruh tubuh, wajah dan leher pun bisa menjadi kemerahan serta mudah keluar keringat.

Hot flashes timbul akibat perubahan hormon. Umumnya wanita akan mengalami hal ini setelah menstruasi terakhir, rasa panas dapat berlangsung selama 10 sampai 30 menit.

Perubahan mood

Hormon estrogen yang menurun dapat berpengaruh pada perubahan emosi wanita. Sehingga mereka lebih mudah sensitif, marah, gelisah, agresif, susah fokus, serta lebih mudah lelah.

Ketika perubahan suasana hati sedang Anda alami akibat perubahan hormon menjelang menopause, sebaiknya istirahatlah yang cukup.

Ciri-ciri menopause pada wanita sudah kami jelaskan. Jangan lupa selalu menerapkan gaya hidup sehat dan rajin berolahraga. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

106,349FansSuka
1,824PengikutMengikuti
1,264PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan