Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Teknologi»Sains»Dampak Polusi Cahaya, Galaksi Bimasakti Kini Sulit Dilihat
    Sains

    Dampak Polusi Cahaya, Galaksi Bimasakti Kini Sulit Dilihat

    Alan Saumulandi RosanAlan Saumulandi Rosan12 Juni 20160
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Galaxy Bimasakti
    Galaxy Bimasakti

    RANCAH POST – Jika anda melihat ke langit malam pada malam tadi, Anda mungkin tidak akan bisa melihat betapa indahnya jutaan objek langit yang bertabur cahaya bintang.

    Hal itu disebabkan karena bumi kita diselimuti oleh kabut cahaya buatan yang menghalangi langit malam. Para ilmuwan menamakan fenomena tersebut sebagai polusi cahaya.

    Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan Jumat, 10 Juni 2016 di jurnal Science Advance, Para ilmuwan percaya, sepertiga dari umat manusia tidak bisa melihat galaksi Bima Sakti, ini termasuk 80% orang Amerika dan 60% dari Eropa karena lampu-lampu kota yang menciptakan kabut polusi cahaya.

    Sebuah tim ilmuwan internasional menciptakan atlas dunia luminasi langit buatan yang detail, untuk menjelaskan bagaimana polusi cahaya menembus planet kita.

    Negara yang paling tinggi nilai polusi cahayanya adalah Singapura. berarti orang yang tinggal di negara ini tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengalami kegelapan yang benar.

    Menurut penelitian, dampak dari polusi cahaya itu diantaranya: menyebabkan masalah ekologi global, menimbulkan masalah kesehatan masyarakat dan menciptakan pengeluaran boros energi.

    Ada cara untuk menanggulangi polusi cahaya. Peneliti menyarankan percobaan masyarakat dengan teknologi baru yang membatasi penyebaran polusi cahaya, menggunakan cahaya minimum untuk tugas-tugas, mendorong peraktek menutup lampu saat daerah tidak digunakan.

    Bimasakti Sains
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Alan Saumulandi Rosan
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Tumblr
    • LinkedIn

    I'm Astronomer, Leader of RAC - Rancah Astronomy Club. Very Like to Astronomy, Cosmology, Astrophysics & Falak Science.

    Related Posts

    Pesawat Terbesar Garapan Pendiri Microsoft Sudah Siap Diuji

    2 Juni 2017

    Cina Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia Untuk Memburu Alien

    5 Juli 2016

    Suara Aneh di Laut Karibia Terdengar Hingga ke Luar Angkasa

    3 Juli 2016
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.