Selasa, Desember 1, 2020
Beranda Lifestyle Travel Berbagai Kegiatan Dilakukan Rayakan 200 Tahun Penemuan Candi Borobudur

Berbagai Kegiatan Dilakukan Rayakan 200 Tahun Penemuan Candi Borobudur

RANCAH POST – Tahun ini penemuan Candi Borobudur genap berusia dua abad. Oleh karena itu Balai Konservasi Borobudur (BKB) akan menghelat sejumlah kegiatan memnarik dalam memaknai penemuan candi yang merupakan peninggalan raja-raja dinasti Syailendra itu.

Kepala Bagian Humas Protokol PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWCBPRB), Marvana Eka Rahmadi, mengatakan pihaknya bersama BKB akan menggelar berbagai acara mulai dari seminar, sendratari hingga pameran dan lomba.

”Rangkaian kegiatan akan dibuka dengan seminar bertema ‘Membangun Ketahanan Budaya dan Pariwisata dalam memperkokoh Ketahanan Nasional’ pada 22 Agustus 2014 mendatang,” ungkap Marvana, Rabu (20/8/2014).

Dalam seminar tersebut, akan hadir beberapa pembicara yang akan membahas topik berbeda antara lain Sapta Nirwandar (Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), I Gede Ardhika (Mantan Menteri Pariwisata RI), Emha Ainun Najib (Budayawan), Anhar Gonggong (Budayawan), serta Keynote Speech oleh Budi Susilo Soepandji (Gubernur Lemhanas RI).

“Dan tidak ketinggalan, akan dipentaskan sendratari Mahakarya Borobudur di lahan Aksobya Candi Borobudur tanggal 23 Agustus 2013,” imbuhnya.

Selain itu, kata dia, rangkaian acara juga akan dimeriahkan kegiatan hasil kerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang. Seperti Borobudur Internasional Art Festival, Pameran Perangko dan Filateli, lomba pelajar tingkat TK sampai SMP, dan kegiatan Borobudur Writer.

Puncaknya, lanjut Marvana, akan diselenggarakan pemecahan rekor The Most Played Jazz and Broadway Repertoire Song for 300 Repertoire Songs oleh Harry Wisnu serta peluncuran perangko dan buku 200 tahun Borobudur.

“Terakhir, pesta rakyat pada 15 November 2014 mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Layanan Konservasi, Balai Konservasi Borobudur, Iskandar M. Siregar, menilai bahwa pengelolaan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan UNESCO, termasuk dari segi pelestarian candi warisan peradaban dunia itu.

“Sejak tahun 2011 lalu, Candi Borobudur tidak lagi mendapatkan catatan-catatan (koreksi) dari UNESCO. Baik dalam hal pengelolaan maupun pelestarian candi,” katanya.

Hal itu, menurut dia, menjadi prestasi tersendiri bagi pengelola. Apalagi pada tahun ini, suia penemuan candi Buddha terbesar di dunia itu berusia 200 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here