RANCAH POST –  Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini, anda bisa berwisata religi ke Desa Bedilan, Gresik, Jawa Timur. Di sini ada makam Raden Santri yang berjasa dalam penyebaran Islam di Jawa.

Tidak jauh dari makam Nyai Ageng Pinatih, anda juga bisa menyempatkan diri mengunjungi makam Raden Santri. Lokasi kompleks makam Nyai Ageng Pinatih di Desa Kebungson, Gresik letaknya lebih tinggi dari jalan raya.

Saat meninggalkan tempat ini kita harus waspada. Kami harus melewati jalan menurun tajam dimana lalu-lalang kendaraan bermotor siap menghadang kita. Makanya kita harus berhati-hati.

Masih di Desa Bedilan, tidak jauh dari makam Nyai Ageng Pinatih kami juga menyempatkan diri mengunjungi pusara Raden Santri. Memasuki makam beliau, kita menyaksikan gapura bertuliskan kaligrafi Arab dan tulisan latin berbunyi Makam Raden Santri Raja Pendita Wunut.

Sementara itu juru pelihara situs makam juga tidak ada di tempat. Tidak seperti makam Maulana Malik Ibrahim dan Nyai Ageng Pinatih, kompleks makam Raden Santri tampak sepi. Hanya kami berlima peziarah yang mengunjungi makam ini.

Padahal menurut sejarahnya, Raden Santri juga pejuang Islam yang menyebarkan Agama Islam di Pulau Jawa selain Wali Songo yang sangat terkenal itu.

Di dekat pusara beliau, peziarah bisa menyaksikan beberapa makam yang diperkirakan menjadi kerabat atau santri beliau. Mereka yang juga dimakamkan di kompleks makam ini adalah Ki Ronggo, Tunggul Mongso, Roro Ganti.

Ada yang menyebutkan kalau Raden Santri itu kakak kandung Raden Paku alias Sunan Giri. Raden Santri adalah anak dari Ibrahim Asmorogondy yang datang ke Pulau Jawa untuk menyebarkan Islam.

Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya dan sebagai tokoh panutan maka beliau diberi gelar Radja Pendita Wunut. Gelar ini konon merupakan anugerah rahasia yang diberikan oleh Kerajaan Majapahit untuk penguasa yang beragama Islam.

Belum ada informasi yang jelas tentang kapan Raden Santri dilahirkan. Hanya angka tahun wafat beliau yang diketahui masyarakat luas.

Raden Santri wafat pada tahun 1317 saka atau 1449 Masehi. Makam beliau termasuk salah satu makam Islam kuno yang banyak dikunjungi wisatawan.

Nah, bila kita berwisata religi ke Kota Gresik di Jawa Timur, selain mengunjungi makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim. Tak ada salahnya menyempatkan diri menyambangi rumah terakhir Nyai Ageng Pinatih (ibu angkat Sunan Giri) dan Raden Santri di Desa Bedilan, Kebungson, Gresik.

BACA JUGA: Momen 2 Bocah Ziarah ke Makam Ibu, Panggil-panggil Namanya

Peziarah yang ingin melakukan perjalanan dengan angkutan umum, pilih saja jurusan ke arah pelabuhan Kota Gresik. Ada banyak angkot dari Terminal Bunder yang bisa mengantar Anda ke lokasi situs makam. Kompleks makam Raden Santri hanya berjarak beberapa ratus meter dari pelabuhan itu.

Share.

Leave A Reply