Kismis memiliki manfaat yang luar biasa untuk ibu hamil dan janin dalam kandungan apabila mengkonsumsinya secukupnya serta tidak berlebihan.

Selama masa kehamilan, Anda harus selalu menjaga pola makan demi kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.

Selain menjaga, ada beberapa asupan makanan yang mengandung banyak nutrisi yang perlu Anda konsumsi juga.

Salah satu makanan yang bisa Anda konsumsi yakni kismis. Mengkonsumsi kismis ternyata bisa memberikan manfaat bagi ibu hamil lho.

Kismis sendiri merupakan makanan yang terbuat dari buah anggur yang sudah melalui proses pengeringan.

Rasanya yang manis membuat buah kering ini memang digemari banyak orang untuk dikonsumsi sebagai kudapan atau ditambahkan psebagai topping pada kue dan makanan lainnya.

Selain rasanya yang lezat, kismis ternyata memiliki nutrisi yang cukup banyak seperti kalsium, kalium, dan fosfor yang dapat mendukung perkembangan janin.

Untuk tahu lebih lanjut, di artikel kali Rancah Post telah menyiapkan segudang khasiat dari buah kismis untuk ibu hamil dan janin.

Manfaat Kismis Untuk Ibu Hamil

Langsung saja berikut ini manfaat-manfaat kismis bagi ibu hamil dan janin.

Rasa mual bisa bekurang

Morning sickness atau mual pada pagi hari memang menjadi salah satu tanda-tanda kehamilan. Untuk mengurangi rasa mual tersebut cobalah untuk mengkonsumsi kismis.

Bagi Anda juga sudah mencobanya, kismis memang mempunyai rasa yang lezat sehingga membuat nafsu makan meningkat selama masa kehamilan.

Cegah sembelit

Salah satu masalah yang sering dialami ibu hamil yakni susah buang air besar (BAB) atau sembelit.

Tak heran, hal tersebut memang disebabkan oleh membesarnya rahim, organ-organ dan saluran pencernaan pun semakin terimpit.

Sehingga kondisi ini dapat membuat sistem pencernaan jadi terhambat. Untuk mengatasi sembelit, cobalah untuk mengkonsumsi kismis.

Kismis memiliki manfaat untuk ibu hamil karena bisa mengatasi masalah pencernaan karena memiliki kandungan serat yang banyak.

Serat yang terkandung dalam kismis dapat membuat feses melunak dan mudah dikeluarkan dari tubuh.

Menjaga kesehatan gigi

Tidak hanya sembelit, kerusakan pada gigi juga sering dialami oleh ibu hamil. Akan lebih tidak nyaman ketika sudah mengalami sakit gigi karena tidak bisa sembarangan meminum obat.

Jika sembarangan meminum obat tanpa anjuran medis bisa memberikan pengaruh tidak baik selama masa kehamilan.

Agar terhindar dari sakit gigi dan gigi tetap sehat, Anda bisa mengkonsumsi kismis yang kaya akan asam oleanoluik dan kalsium yang berfungsi melindungi gigi dan gusi.

Energi jadi meningkat

Manfaat buah kismis untuk ibu hamil selanjutnya adalah bisa membuat energi menjadi meningkat dan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil.

Energi yang dibutuhkan oleh ibu hamil memang lebih banyak dari biasanya, karena sekarang ada janin yang tumbuh dan berkembang di dalam perut.

Satu genggam kismis dapat memberikan tubuh kalori sebanyak 100 kkal. Selain itu, kismis juga merupakan sumber glukosa dan kalori yang baik untuk tubuh.

Cegah anemia

Selama masa kehamilan sangat penting sekali untuk selalu memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi, jangan sampai tubuh kekurangan zat besi karena bisa meningkatkan risiko terkena penyakit anemia.

Untuk memenuhi kebutuhan asupan zat besi bagi ibu hamil, salah satu makanan yang baik dikonsumsi adalah buah kismis yang memang mengandung zat besi yang banyak.

Selain itu kismis juga mengandung vitamin B kompleks dan mineral-mineral lainnya yang mampu membuat kadar hemoglobin meningkat.

Baik untuk kesehatan tulang dan mata janin

Kismis memiliki manfaat untuk ibu hamil dan juga janin dalam kandungan. Mengkonsumsi kismis sangat baik untuk kesehatan tulang dan mata janin.

Hal tersebut karena makanan ini memiliki kandungan vitamin A yang dipercaya meminimalisir risiko terjadinya gangguan penglihatan pada janin.

Lalu, kismis mengandung zat besi, fosfor dan kalisum yang memiliki peran penting dalam petumbuhan dan perkembangan tulang bayi dalam kandungan.

Meski memiliki manfaat untuk ibu hamil dan janin, hindari mengkonsumsi kismis secara berlebihan karena bisa berbahaya, salah satunya menyebabkan obesitas pada bayi dan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Share.

Leave A Reply