Sabtu, Desember 5, 2020
Beranda Lifestyle Kesehatan Gejala Virus Corona dan Bedanya dengan Sakit Pilek/ Flu

Gejala Virus Corona dan Bedanya dengan Sakit Pilek/ Flu

Akhir-akhir ini, tidak hanya di Indonesia namun juga seluruh dunia, banyak orang yang diselimuti kekhawatiran karena wabah virus corona. Itulah pentingnya mengetahui apa saja gejala virus corona untuk mencari tahu apakah Anda terinfeksi virus ini sehingga bisa cepat dilakukan tindakan.

Sebelumnya kita harus paham terlebih dahulu apa itu virus corona? Virus ini dikenal juga sebagai COVID-19 yang merupakan jenis virus baru dari kelompok virus corona yang menyerang sistem pernafasan.

Mereka yang terinfeksi oleh virus ini bisa mengalami berbagai macam gejala mulai dari flu atau pilek ringan hingga gejala berat seperti infeksi paru-paru/ pneumonia, SARS dan MERS.

Namun, ada pula orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala sama sekali, namun tetap bisa menularkan virus tersebut ke orang lain.

Gejala Virus Corona dan Perbedaannya dengan Flu Biasa

Baik flu maupun corona, sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pernafasan. Tidak sedikit orang yang belum tahu cara membedakan gejalanya. Kadang mereka yang sudah terinfeksi menganggap hanya terkena sakit flu biasa.

Umumnya gejala sakit corona yang terjadi seperti sakit tenggorokan, demam, sesak nafas, pilek/ flu serta batuk kering.

Untuk lebih jelasnya berikut gejala corona dan perbedaannya dengan influenza dan pilek/ flu biasa.

1. Gejala flu biasa/ pilek
Biasanya pilek atau flu biasa tidak berbahaya dan virus ini menginfeksi hidung serta tenggorokan.

Gejala yang umumnya dialami penderita seperti hidung tersumbat, bersin, tenggorokan sakit, batuk, demam/ sakit kepala ringan serta tubuh terasa lelah.

Ingus yang keluar biasanya berbentuk cair dan setelah 2-3 hari akan mengental dan tebal berwarna hijau/ kuning.

Pilek biasa dapat sembuh sendiri dalam waktu 5-7 hari dengan istirahat cukup dan bisa diberi obat pereda pilek ringan.

2. Gejala influenza
Influenza dapat menyerang orang secara tiba-tiba dan jika tidak segera diatasi bisa membuatnya semakin parah dan memburuh jadi radang paru-paru/ pneumonia.

Beberapa gejala yang biasanya terjadi antara lain seperti batuk, hidung tersumbat, rasa dingin ekstrem disertai menggigil/ gemetar, nyeri tubuh dan sendi, kelelahan, nyeri kepala, mata merah, mata berair, iritasi mata, kulit merah terutama wajah.

Gejala lain yang juga sering terjadi seperti demam tinggi sampai 40 derajat Celsius dan kemerahan pada mulut, hidung dan tenggorokan.

3. Gejala sakit corona
Ciri-ciri virus corona yang dirasakan oleh penderita memang nampak hampir sama dengan sakit pernafasan umum seperti batuk kering, demam di atas 38 derajat Celsius, susah bernafas atau sesak nafas.

Jika gejala bertambah parah, maka infeksi dapat bertambah buruk dan menyebabkan sindrom pernafasan akut, pneumonia, gagal ginjal, dan dapat menyebabkan kematian.

Namun terkadang ada pula orang yang terinfeksi tidak mengalami demam ataupun symptom yang lainnya. Tapi mereka tetap bisa menularkan penyakit ini ke orang lain sebagai carrier virus corona.

Virus corona sendiri mempunyai masa inkubasi sekitar 14 hari. Gejala bisa muncul kapan saja dari 2-14 hari setelah terpapar virus ini. Menurut studi yang ada, penderita yang terinfeksi sekitar 80 persen orang mengalami gejala virus corona ringan. Sementara 15 persen penderita mengalami gejala yang parah, sedangkan sisanya sakit kritis.

Itulah sebabnya penting melakukan langkah pencegahan, misalnya dengan cukup beristirahat, menggunakan masker, sering cuci tangan, menghindari menyentuh bagian-bagian wajah, meningkatkan imun, perbanyak minum air putih serta sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar dan bersentukan atau kontak dengan orang lain.

BACA JUGA: Penyebab Virus Corona, Gejala dan Diagnosanya

Demikian info mengenai gejala virus corona yang bisa disampaikan. Jika sudah mengalami gejala corona di atas, sebaiknya langsung periksakan diri ke rumah sakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here