Berlangsung Setelah Shalat Jumat, Penembakan di Masjid Al Noor Tewaskan 49 Orang

Berlangsung Saat Shalat Jumat, Penembakan di Masjid Al Noor Tewaskan 6 Orang
Berlangsung Saat Shalat Jumat, Penembakan di Masjid Al Noor Tewaskan 6 Orang

RANCAH POST – Penembakan terjadi sesaat setelah umat Muslim melaksanakan shalat Jumat di Kota Christchurch, Selandi Baru, Jumat (15/3/2019).

Dalam insiden penembakan di masjid di Selandia Baru tersebut, media lokal menyebutkan korban meninggal dunia berjumlah 6 orang.

Sementara menurut pemberitaan 7 News Brisbane, korban penembakan di Masjid Al Noor tersebut berjumlah 9 orang.

“Situasi serius berlangsung di Christchurch dengan adanya penembak aktif, dengan kemampuan penuh kami akan mengatasi situasi ini, namun lingkungan masyarakat tetap beresiko tinggi,” demikian pernyataan polisi.

Berbicara kepada stuff.co.naz, seorang saksi menuturkan dirinya sedang melaksanakan shalat ketika suara tembakan terdengar.

Adapun sejummlah saksi lainnya mengungkapkan bahwa empat orang terbaring di tanah saat terjadi tembakan. Selain itu, anak-anak pun menjadi sasaran tembak pelaku.

Mike Bush, komisioner polisi mengatakan semua sekolah di kota tersebut ditutup sebagai langkah antisipasi atas insiden penembakan tersebut.

Tak hanya sekolah, dengan terjadinya penembakan di masjid tersebut, seluruh kantor termasu kantor sipil juga ikut ditutup.

Sebelum penembakan terjadi, tim kriket Bangladesh pun mengikuti shalat Jumat di masjid tersebut. Beruntung tak ada satupun pemain yang terluka.

“Mereka dalam kondisi aman, tapi mereka syok. Kepada tim kami sudah meminta mereka untuk tetap berada di hotel,” ujar juru bicara tim.

Sementara itu dikatakan PM Selandia Baru Jacinda Ardern, penembakan masjid itu merupakan insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menjadi salah satu hari terkelam di negaranya.

Menurut Ardern, seorang terduga pelaku sudah diringkus oleh aparat kepolisian.

BACA JUGA: Penembakan di Masjid Quebec Kanada, Lima Jamaah Tewas Saat Shalat Isya

Berdasarkan laporan New Zealand Herald, pelaku adalah pria Australia yang menulis manifesto berisi ideologi ekstrem kanan yang anti imigran dan anti Islam.

Hingga informasi ini dihimpun, korban penembakan New Zealand bertambah menjadi 49 orang.

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama