RANCAH POST – Ada banyak alasan mengapa produk Apple laku keras meski mahal. Salah satunya adalah tingkat keamanan software yang ditawarkan, baik iOS maupun Mac OS.

Namun belakangan ini bukan cuma teknologi positif yang berkembang, malware yang merupakan sisi gelap teknologi juga menjadi lebih canggih dan kuat dari sebelumnya, sehingga mampu menginveksi perangkat skelas Mac.

Adapun malware yang kini kembali membayangi Mac OS dan perangkat Mac adalah Thunderstrike, yang kabarnya berpotensi menginfeksi perangkat dengan OS di bawah Hight Sierra.

Malware ini sendiri menyusup kedalam komputer melalui port Thunderbolt yang ada di perangkat seperti seri Macbook, baik Macbook Pro, Macbook Air dan lain sebagainya.

Hal ini ditemukan oleh para peneliti dari Dui Security, yang merilis laporan mengenai masalah di desktop Apple tersebut.

Menurut hasil analisa mereka, dari 73.324 komputer Mac yang disurvey, ada sekiter 4,2% yang masih menggunakan firmware yang ketinggalan, atau tidak sesuai.

BACA JUGA :

Hal inilah yang menimbulkan kerentanan terhadap serangan siber.

Dan meski tidak terlalu bahaya untuk pengguna rumahan, namun mereka tetap disarankan melakukan upgrade OS ke firmware terbaru guna berjaga-jaga dari hal yang tidak diharapkan.

Apple sendiri dilaporkan telah merilis update terbaru untuk mengatasi masalah ini. Namun dalam sejumlah penelitian, 43% pengguna tidak menerapkan update penting tersebut.

Dan menurut informasi dari Duo Securoty, perangkat iMac 21,5 inci yang dirilis akhir tahun 2015 kemarin yang paling banyak memiliki perbedaan versi firmware.

Update software dan OS ini pada dasarnya bisa berjalan otomatis. Namun ada kala pengguna memilih mematikannya untuk alasan tertentu.

Di sisi lain, bukan cuma Duo Security saja yang menyarankan upgrade ini. Sejumlah perusahaan keamanan lain juga menyarankan hal serupa.

Share.

Leave A Reply