Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»Telegram dan Terorisme, dari Bom Bunuh Diri Hingga Penusukan Polisi
    Berita Nasional

    Telegram dan Terorisme, dari Bom Bunuh Diri Hingga Penusukan Polisi

    Toni FaturokhmanToni Faturokhman16 Juli 20170
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Telegram
    Telegram

    RANCAH POST – Bukan hal yang mengejutkan bila kelompok teroris di Indonesia menggunakan aplikasi Telegram. Hal tersebut sebagaimana dikatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

    Sejumlah teroris yang tertangkap pun menyebutkan bila komunikasi yang dilakukan sesama anggota dilakukan melalui Telegram.

    Salah satunya terjadi pada teror yang terjadi pada Januari 2016 di kawasan MH Thamrin.

    “Hingga adanya bom di Kampung Melayu dan penusukan anggota di Masjid Falatehan, semuanya menggunakan Telegram,” ujar Tito, Minggu (16/7/2017).

    Pada kasus bom Kampung Melayu, ucap Tito, polisi mendapati adanya komunikasi yang dilakukan pelaku dengan simpatisan ISIS Indonesia di Suriah, Bahrun Naim.

    Begitu pula dengan pelaku penusukan polisi di Falatehan, Mulyadi yang bergabung dengan grup radikal. Dari grup itulah Mulyadi terpengaruh paham radikal hingga akhirnya menyerang polisi.

    BACA JUGA: Larangan WhatsApp di Brazil Akhirnya Dibatalkan, Ini Alasannya

    Hal serupa terjadi pula dalam kasus pengibaran bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama. GOH, pelaku, memperoleh pemahaman radikal dari grup media sosial dan Telegram.

    Lantas kenapa teroris kerapa menggunakan aplikasi tersebut? Menurut Tito, hal ini terjadi karena aplikasi itu melindungi privasi penggunanya.

    “Banyak keunggun dalam fiturnya, yakni bisa menampung member hingga 10 ribu. Aplikasinya juga dienkripsi sehingga sulit dideteksi,” kata Tito.

    Bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, polisi sudah melakukan pembahasan. Dengan Telegram diblokir, itu akan menjadi salah satu solusi menghambat komunikasi kelompok teroris yang ada di Indonesia.

    “Akan kita lihat nanti apakah jaringan teror itu akan menggunakan aplikasi lain,” tutur dia.

    Tak di Indonesia saja, di Rusia, FSB yang merupakan dinas keamanan federal menyebutkan bahwa pelaku pengeboman di stasiun metro Saint Petersburg memakai Telegram untuk berkomunikasi.

    Berita Nasional Nasional Telegram
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Toni Faturokhman
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Cara Mencari Film di Telegram Gratis & Full HD!

    30 Agustus 2025

    Cara Ekspor Chat WA ke Telegram Secara Instan dan Mudah

    3 Maret 2025

    Cara Mencari Grup di Telegram Tanpa Perlu Diundang

    17 Juli 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.