RANCAH POST – Juventus memastikan satu tiket di final Liga Champions pasca menyingkirkan Real Madrid. Bianconeri membuyarkan asa sang juara bertahan berkat kemenangan agregat 3-2.

Di laga puncak, skuad besutan Massimilliano Allegri telah ditunggu Barcelona. Los Blaugrana lolos ke final setelah mendepak Bayern Muenchen dengan agregat 5-3.

Duel Juventus vs Barcelona layak dinanti. Bukan hanya soal adu strategi antara sepakbola menyerang ala Barcelona melawan pertahanan solid Juventus. Tapi juga ‘reuni’ striker Barcelona Luis Suarez dengan 2 punggawa Juventus, Evra dan Chiellini.

Seperti diketahui, Suarez pernah berseteru dengan 2 pemain Juventus tersebut beberapa waktu silam. Akibatnya, striker timnas Uruguay itu pun diberi sanksi larangan bermain berbulan-bulan.

Perseteruan pertama terjadi kala Suarez masih berseragam Liverpol dan Evra merumput bersama Manchester United. Kala kedua tim berlaga di Anfield Stadium pada 10 Oktober 2011, Suarez terbukti kedapatan mengeluarkan pernyataan rasis untuk Evra. FA pun menjatuhi hukuman Suarez berupa larangan tampil selama 8 kali. Ia juga diwajibkan membayar denda 40.000 pound atas tindakan kontroversialnya itu.

“Saat aku berkata maaf, berarti aku menyesali sesuatu. Namun terdapat beberapa kejadian yang tak sepenuhnya benar, seperti pada kasus rasisme,” jelas Suarez dikutip dari The Guardian.

“Aku dinyatakan bersalah tanpa terdapat bukti yang kuat. Aku juga mesti dipaksa meminta maaf atas kejadian yang tidak pernah aku lakukan. Jujur hal tersebut sangat menggangguku sampai sekarang,” sambungnya.

Walaupun sudah mengalami hukuman, Suarez tidak jera. Kala Piala Dunia 2014 di Brasil, Suarez kembali membuat tindakan bodoh kontroversial. Dia kedapatan berseteru dengan pemain bertahan Italia, Chiellini.

Kala Uruguay berhadapan dengan Italia, Suarez terlihat menggigit bagian bahu Chiellini. Atas insiden itu, Suarez dilarang berkecimpung di dunia sepakbola selama 3 bulan.

Lantas, bagaimana ‘reuni’ Suarez bareng Evra dan Chiellini di babak final Liga Champions yang bakal digelar di Berlin?. Akankah kejadian kontroversial lainnya bakal terulang pada pada 6 Juni mendatang?.

Share.

Leave A Reply