Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Lifestyle»Travel»Suasana Tiong Hoa yang Kental di Pulau Kemaro Palembang
    Travel

    Suasana Tiong Hoa yang Kental di Pulau Kemaro Palembang

    Irpan HoerudinIrpan Hoerudin22 November 20130
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Pulau Kemaro Palembang
    Pulau Kemaro Palembang

    RANCAH POST – Suasana etnis Tionghoa sangat terasa kental di kawasan Pulo Kemaro di Palembang, Sumatera Selatan. Tempat itu terletak di sekitar Sungai Musi, tepatnya enam kilometer dari jembatan Ampera.

    Untuk mencapai Pulo Kemaro, pengunjung harus menggunakan kapal kayu atau kapal boat.

    Suasana Tionghoa, langsung menyolok mata ketika pengunjung turun dari kapal. Warna merah menyala menghiasi pagar yang mengelilingi Pulau Kemaro. Lalu di gerbang utama Pulo Kemaro, pengunjung disambut dengan hiasan patung naga warna kuning dan tembok gerbang berwarna merah menyala.

    Ketika masuk lebih dalam ke area pulau itu, langsung tampak sebuah kelenteng. Di dalamnya, terdapat makam putri dari Palembang, Siti Fatimah yang berdampingan dengan makam suaminya pangeran yang berasal dari Tionghoa yaitu Tan Bun An. Klenteng itu diberi nama, Soei Goeat Kiong atau lebih dikenal Klenteng Kuan Im.

    Selain Klenteng, yang menjadi daya tarik Pulo Kemaro adalah Pagoda berlantai sembilan yang menjulang di tengah-tengah pulau. Pagoda itu berdiri dengan perpaduan warna merah, kuning, dan biru. Tepat di antara tangga pagoda itu ada dua patung naga warna hijau yang menambah suasana Tiong Hoa semakin kental

    Bagi siapa saja yang mau masuk ke Pulo Kemaro tidak perlu mengeluarkan uang seper pun. Asal ada alat transportasi air untuk menuju tengah-tengah pulau itu, pengunjung bisa menikmati suasana etik Tionghoa di Pulo Kemaro.

    Namun, sangat disayangkan, ada beberapa bagian di pulo Kemaro tampak seperti tidak terurus. Terlihat banyak rumput-rumput yang tinggi dan ada beberapa coretan-coretan dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Padahal, di tempat itu sudah ada petugas kebersihan yang tiap hari mengurus Pulo Kemaro.

    Menurut salah satu petugas kebersihan di Pulo Kemaro, Marlina, 40 tahun, setiap harinya ada dua petugas kebersihan yang bertugas di tepat itu. Sebagai buruh lepas mereka bekerja untuk membersihkan klenteng dan pagoda itu dengan bayaran Rp15 ribu per hari.

    “Di sini ada petugas kebersihan, tetapi karena daerahnya luas, kami tidak bisa membersihkan secara detail. Selain itu, banyak juga pengunjung yang membuang sampah dan corat-coret. Kebanyakan yang seperti itu anak sekolah,” ujarnya.

    Marlina mengaku, dirinya berasal dari desa Rayonmina yang letaknya di seberang Pulo Kemaro. Setiap pagi, Marlina berangkat dengan mendayung sampan untuk menyebrang sungai Musi yang arusnya sangat deras sekali. Sudah 18 tahun Marlina melakukan rutinitas itu.

    “Sejak tahun 1995 saya jadi petugas kebersihan di sini. Di sini sangat ramai kalau saat libur sekolah atau tanggal merah. Apalagi, kalau ada hari besar orang Tiong Hoa seperti Cap Go Meh,’ ujar Marlina.

    Menurut berbagai sumber sejarah, ternyata Pulo Kamaro itu memiliki legenda yang menarik. Semua tempat dan pernak pernik yang ada di Pulo Kemaro tidak sembarangan begitu saja dibuat. Termasuk makam Siti Fatimah dan Tan Bun An.

    Menurut Legenda setempat, pada zaman dahulu, seorang putri Palembang dinikahi oleh saudagar kaya dari China. Ayah sang putri, yaitu raja Palembang saat itu menyetujui anaknya menikah dengan saudagar dari China itu dan meminta sembilan guci emas sebagai mas kawinnya.

    Saudagar China pun menyanggupi mas kawin tersebut dan mengajak Fatimah untuk pergi ke daratan Tiongkok. Dengan maksud agar diperkenalkan kepada orang tua Tan Bun An sekaligus untuk membawa sembilan guci emas tersebut

    Untuk menghindari bajak laut, guci-guci emas tersebut ditutup sayuran semacam sawi. Sebelum sampai di daratan Palembang. Fatimah sudah tidak sabar untuk melihat sembilan guci emas itu. Setelah dibuka di dalam guci itu dilihat oleh Fatimah hanya berisi sayuran. Lantas Fatimah marah, maka guci-guci tersebut dibuangnya ke sungai.

    Melihat guci-guci itu dibuang ke sungai Musi, Tan Bun An terjun ke dalam sungai dan berusaha untuk mendapatkan kembali guci yang dibuang itu, namun tidak muncul lagi.

    Melihat sang pujaan hati terjun Fatimah pun ikut menerjunkan diri ke sungai dan juga tenggelam. Sang putri dikuburkan di Pulau Kemaro tersebut dan untuk mengenangnya dibangunlah kuil Soei Goeat Kiong.

    Palembang Travel
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Irpan Hoerudin
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Spesialis deadline & headline news

    Related Posts

    Danau Batur dengan Keindahan Bagai Taman Surga

    9 Mei 2020

    6 Tempat Wisata di Malang Paling Terkenal dan Banyak Dikunjungi

    16 Februari 2020

    6 Tempat Wisata di Banten Seru Selain Pantai Anyer

    26 Januari 2020
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.