Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Lifestyle»Travel»Rafting ekstrim Ala Suku Dayak
    Travel

    Rafting ekstrim Ala Suku Dayak

    Irpan HoerudinIrpan Hoerudin12 Oktober 20130
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    rafting ekstrim
    rafting ekstrim

    RANCAH POST – Biasanya, rafting menggunakan perahu karet yang bersifat kuat dan elastis, sehingga keamanan terjamin saat melewati bebatuan.tapi berbeda dengan seni rafting di Sungai Loksado, Kalimantan Selatan. Tidak dengan perahu karet, wisatawan ditantang untuk mengarungi sungai dengan rakit bambu!

    Loksado bisa ditempuh 4-5 jam dari Banjarmasin lewat jalur darat. Jika turun di terminal Loksado, Anda harus menyewa ojek untuk menempuh perjalanan selama 1 jam. Bersiaplah melewati bukit-bukit yang hijau serta hutan yang masih asri.

    Sebelum rafting, wisatawan akan disuguhkan dengan segarnya udara sejuk Sungai Amandit, sungai inilah yang akan disusuri. Di kanan kiri sungai Anda bisa menemukan flora dan fauna seperti anggrek hutan, bekantan, owa-owa, dan biawak. Selain alam, pengunjung juga akan melihat potret kehidupan suku Dayak di pinggir sungai.

    Rafting ini menempuh jarak 2 km, dan berlangsung selama 2 jam. Selama itu juga bersiaplah untuk menjerit ketika jeram sungai menghantam rakit.

    Rakit yang digunakan biasanya terdiri dari 10-20 batang bambu yang mampu menampung 3-4 orang. Rakit Anda akan didayung oleh pemandu yang sudah berpengalaman. Pemandu ini akan memposisikan dayungnya sebaik mungkin, tidak boleh terjepit batu karena membahayakan.

    Selain itu, keseimbangan sangat dibutuhkan. Juga kerjasama kelompok yang kompak. Pengunjung yang ada di atas rakit harus mengatur strategi agar tetap rakit seimbangan.

    Masyarakat setempat menyebut rafting bambu sebagai Balanting Paring. Rakit seperti ini yang digunakan Suku Dayak saat menyurur sungai.

    Suku Dayak Travel
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Irpan Hoerudin
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Spesialis deadline & headline news

    Related Posts

    Danau Batur dengan Keindahan Bagai Taman Surga

    9 Mei 2020

    6 Tempat Wisata di Malang Paling Terkenal dan Banyak Dikunjungi

    16 Februari 2020

    6 Tempat Wisata di Banten Seru Selain Pantai Anyer

    26 Januari 2020
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.