Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Lifestyle»Travel»Serunya Berpetualang Di Green Canyon
    Travel

    Serunya Berpetualang Di Green Canyon

    Irpan HoerudinIrpan Hoerudin7 Oktober 20130
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    greencanyon
    greencanyon

    RANCAH POST – Green Canyon bukanlah Grand Canyon Amerika, Tapi Green Canyon Pangandaran. Green Canyon yang awalnya disebut “Cukang Taneuh”, bahasa Sunda untuk menyebut jembatan Tanah, karena disini ada jembatan yang lebarnya 3 meter terbuat dari tanah berada di atas tebing kembar di tepi sungai. Keajaiban alam yang spektakuler ini tentu tidak akan Anda temui di tempat lain.

    Green Canyon terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Dari Pangandaran, jaraknya sekitar 31 km. Ada apa di Green Canyon? Di sana Anda dapat berperahu menyusuri sungai yang berwarna hijau toska. Bahkan di lokasi yang telah ditentukan, Anda bisa berenang melawan arus sungai berbatu-batu itu. Seru dan asyik.
    Begitu tiba di pintu masuk obyek wisata ini, Anda bisa langsung membeli tiket perahu. Rp 75 ribu untuk satu perahu yang mampu menampung 5 penumpang. Jika Anda kebetulan datang berlima, tentu harga sewa perahunya menjadi lebih murah, karena biayanya ditanggung berlima.

    Penumpang naik perahu dari dermaga, tak jauh dari loket tiket. Lalu pengemudi perahu dan asistennya akan memandu penumpang menyusuri sungai yang merupakan bagian dari Sungai Cijulang ini. Di kanan dan kiri sungai terdapat pepohonan yang rindang menghijau. Pemandangan ini membuat adem mata yang lelah dengan suasana kota.

    Disarankan untuk datang ke lokasi ini pada saat musim kemarau. Sebab di musim hujan biasanya arus cukup besar dan terkadang warna air sungai menjadi keruh kecokelatan.

    Tak hanya itu, dalam perjalanan yang memakan waktu 30-45 menit itu, pengunjung dapat melihat air terjun kecil. Juga dinding batu terjal, stalaktit dan stalakmit, serta batu-batu besar mirip gua yang telah runtuh di sepanjang sungai. Menakjubkan. Jika beruntung, Anda juga bisa melihat biawak di pinggir sungai yang sedang berjemur.

    Setelah perahu menempuh jarak sekitar 3 km dan sampai di `terminal`, penumpang ditawari oleh pemandu untuk berenang melawan arus sungai atau langsung kembali ke dermaga. Meski berenang melawan arus, namun kegiatan ini dipastikan aman. Bahkan bagi yang tidak bisa berenang sekalipun. Dari GriyaWisata

    Jika ingin berenang, maka penumpang dipersilakan memakai pelampung yang sudah tersedia di perahu. Perahu akan menunggu penumpang hingga selesai berenang. Bila ada barang-barang yang akan ditinggal di perahu, asisten pengemudi akan menjaganya. Sementara pengemudi perahu akan memandu pengunjung untuk berenang. Eit, kegiatan ini tidak cuma-cuma. Pengunjung harus merogoh kocek untuk membayar jasa pemandu ini, dan besarnya tergantung kesepakatan.

    Setelah itu, byur!! Pengunjung dapat langsung berenang mengikuti si pemandu. Brr! Air sungai rupanya cukup dingin. Pemandu akan mengajak pengunjung untuk berenang dari batu besar ke batu besar lainnya. Bahkan di beberapa titik, pengunjung harus memanjat batu besar yang ada di tengah sungai. Ada beberapa ceruk dinding di sungai itu yang sangat sayang untuk dilewatkan.

    Di beberapa bagian pengunjung dapat menikmati `hujan abadi`. Air dari atap gua yang merupakan hasil rembesan air. Tantangan selanjutnya adalah melompat dari batu besar dengan ketinggian sekitar 5-6 meter ke lubuk yang dalam.

    “Kalau sudah lompat dari batu itu, baru bisa dibilang benar-benar datang ke Green Canyon,” canda seorang pemandu.

    Selain wisata perahu dan berenang, di Green Canyon pengunjung juga bisa melakukan body rafting dengan menghanyutkan diri di air. Pengunjung akan dilengkapi dengan rompi pelampung, helm dan pelindung lainnya untuk menghindari terluka akibat badan terbentur batu-batu sungai.

    Ciamis Travel
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Irpan Hoerudin
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Spesialis deadline & headline news

    Related Posts

    Danau Batur dengan Keindahan Bagai Taman Surga

    9 Mei 2020

    6 Tempat Wisata di Malang Paling Terkenal dan Banyak Dikunjungi

    16 Februari 2020

    6 Tempat Wisata di Banten Seru Selain Pantai Anyer

    26 Januari 2020
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.