Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»Heboh Kasus Santri Gontor Tewas Dianiaya Senior, Pengurus Ponpes Minta Maaf
    Berita Nasional

    Heboh Kasus Santri Gontor Tewas Dianiaya Senior, Pengurus Ponpes Minta Maaf

    I Nengah Susila YasaI Nengah Susila Yasa6 September 20220
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Heboh Kasus Santri Gontor Tewas Dianiaya Senior Pengurus Ponpes Minta Maaf
    Ponpes Gontor. (IST/Kumparan)

    Berita Nasional, RANCAH POST – Seorang santri di Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur berinisial AM (17) asal Palembang tewas diduga karena dianiaya temannya.

    Awalnya, pihak pesantren menyebut bahwa AM meninggal karena terjatuh akibat kelelahan saat mengikuti Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum). Akan tetapi, melihat kondisi jenazah, keluarga ragu dengan alasan tersebut.

    Kasus tewasnya AM diduga karena dianiaya itu terungkap dari aduan ibu AM, Soimah, kepada pengacara Hotman Paris Hutapea.

    Video aduan Soimah itu diunggah oleh sang pengacara kondang melalui akun Instagram-nya, @hotmanparisofficial.

    “Tgl 4 sept viral di Hotman 911. Tgl 5 sept akhirnya Pimpinan Pesantren Darussalam Gontor membuat pres release bhw benar anak tsb meninggal akibat korban kekerasan! Tapi knp pimpinan tidak membuat laporan polisi tapi hanya pecat oknum pelaku? ayok Kapolda Jatim segara tangkap pelaku?? Agar Kapolda Jatim hubungin sahabat kel korban di :@eenwierono 0813 6702 0000,” tulis Hotman Paris dalam keterangan unggahannya.

    Dalam video, disebutkan bahwa AM meninggal dunia pada 22 Agustus 2022 pada sekitar pukul 06.45 WIB.

    Namun, pihak keluarga baru mendapat kabar 3 jam setelahnya atau pukul 10.00 WIB. Soimah pun menduga bahwa putra sulungnya itu meregang nyawa karena aniaya di pondok pesantren.

    Soimah tampak tak kuasa menahan tangis ketika mengadukan apa yang dialami putranya kepada Hotman Paris.

    Dalam video lainnya, Hotman Paris pun meminta Polda Jawa Timur (Jatim) merespons kasus tersebut.

    Pihak keluarga merasa ada kejanggalan dalam kematian putranya. Pasalnya, jenazah AM disebut mengeluarkan banyak darah. Sehingga AM diduga tewas karena dianiaya.

    Ramainya pemberitaan atas kematian AM membuat pihak Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo akhirnya buka suara.

    Melalui pernyataan resmi yang disampaikan juru bicara Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Noor Syahid, pihak pondok pesantren meminta maaf sekaligus menyampaikan dukacita atas wafatnya AM.

    “Kami sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang berujung pada wafatnya almarhum. Dan sebagai pondok pesantren yang concern terhadap pendidikan karakter anak, tentu kita semua berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” kata Noor Syahid.

    Pihak pondok juga meminta maaf kepada orang tua serta keluarga korban jika dalam proses pengantaran jenazah dianggap tidak jelas dan terbuka.

    Di samping itu, berdasarkan temuan tim pengasuh santri, memang menemukan adanya dugaan penganiayaan hingga mengakibatkan AM meninggal.

    “Berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, kami memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat,” paparnya.

    Lebih lanjut, Ustaz Noor menyebut bahwa pihaknya tidak menoleransi adanya kekerasan di lingkungan pesantren, apapun bentuknya.

    Oleh sebab itu, di hari yang sama saat AM meninggal, pihak pondok pesantren langsung mengeluarkan santri yang diduga menganiaya AM.

    Pondok Pesantren Gontor pun menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian, dan siap mengikuti segala bentuk upaya penegakan hukum terkait kasus wafatnya AM.

    Dikutip dari Detik.com, Polres Ponorogo diketahui telah melakukan penyelidikan kasus santri Pondok Pesantren Modern Gontor yang tewas dianiaya temannya.

    7 orang sudah diperiksa sebagai saksi. Mereka adalah 2 santri, 2 dokter, 2 ustaz, dan 1 staf pengajar.

    “Tujuh saksi ada inisial RM (santri), N (santri), dokter 2, ustadz 2 dan 1 staff pengajar,” ujar Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo kepada wartawan.

    Catur mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan kasus ini secara maraton. Ia menyebutkan, dugaan sementara penganiayaan terhadap AM itu karena ada pemicunya, yakni kesalahpahaman.

    2 santri yang diperiksa sebagai saksi diketahui merupakan senior AM di pondok. Hasil sementara, ternyata tidak hanya AM yang menjadi korban, ada 3 orang lainnya yang turut dianiaya pelaku.

    BACA JUGA: Mas Bechi, Anak Kiai Jombang yang Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati Akhirnya Menyerahkan Diri

    Namun sampai saat ini para saksi belum diamankan karena masih dalam proses penyelidikan.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    I Nengah Susila Yasa
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    I am web designer, writer and traveler.

    Related Posts

    Panwaslu Rancah Bahas Strategi Pengawasan Kampanye dan Pemetaan TPS Rawan

    30 Januari 2024

    Update Korban Tewas Dalam Tabrakan Kereta Turangga vs Bandung Raya, Ini Identitasnya

    5 Januari 2024

    2 Kereta Api Tabrakan di Cicalengka Bandung, Gerbong Masuk Sawah

    5 Januari 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.