Sosial Media, RANCAH POST – Beberapa waktu lalu viral sebuah rekaman video yang menayangkan detik-detik sejumlah orang yang diduga tenaga kesehatan (nakes) serobot antrean vaksin.

Selain menyerobot antrean, oknum diduga nakes itu juga menyuntikkan vaksin sendiri tanpa dilakukan oleh petugas yang ada di lokasi vaksinasi.

Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun TikTok @awprtsy dan diunggah ulang oleh sejumlah akun lain.

Dalam video tersebut terlihat seorang wanita berkaos putih memegang sebuah alat suntik vaksin. Kemudian, ia mulai menyuntikkan vaksin tersebut kepada seorang wanita berjaket hitam.

Perekam video merasa kecewa dengan hal ini, karena ia yang sudah mengantre duluan untuk mendapat vaksinasi malah disuruh untuk ke belakang.

“Tiba-tiba ada sekumpulan yang katanya “nakes “nyerobot antrian dan menyuntikan vaksin sendiri. Kita yang ngantri disuruh ke belakang,” tulis dalam narasi video.

Video tersebut pun langsung viral, banyak warganet yang miris melihat oknum diduga nakes yang serobot antrean dan menyuntikkan vaksin sendiri.

https://twitter.com/AREAJULID/status/1430082744701181957

@Wulllaaann, “Kenapa ngga pakai sistem janji temu gitu? Misal si A jam sekian, si B jam sekian dst. Kalau ada janji temu kemungkinan tidak ada main serobotan. Tapi gatau yaa bisa diaplikasikan atau ngga”

@akusemangkaa, “Gimana yaaa. Kalo mau duluan seharusnya ada antrian khusus sendiri sih. Soalnya gue nakes di RS pun harus antri. Teratur, di jadwal perjam. Sama dokter juga, cs, dll. Semua rata. Sama. Gada yang kaya gini –”

@hwang_hikari, “Berhubung gw kerja di pelayanan kesehatan, nakes kebanyakan vaksin di tempat kerjanya sendiri. Itupun tetap mengikuti prokes dan tetap yg bertugas yg menyuntikkan. Yg modelan gini harusnya dipertanyakan identitasnya pas datang. Mungkin mereka ngaku-ngaku jadi nakes?”

Melansir Tribunnews.com, diketahui peristiwa diduga nakes yang serobot antrean vaksin itu terjadi di Wilayah Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Berdasarkan keterangan Lurah Jatibening Baru Mulyadi, saat itu sedang dilaksanakan vaksinasi susulan di halaman Kelurahan Jatibening Baru, pada Selasa 24 Agustus 2021.

Wanita berkaos putih yang menyuntikan vaksin itu adalah seorang dokter dan anaknya. Mereka merupakan warga Jatibening Baru.

Mulyadi bahkan sebelumnya pernah meminta bantuan dokter tersebut untuk program vaksinasi di Jatibening karena pada saat itu kekurangan nakes.

Dokter itu diketahui bernama Yuni (50), ia menyuntikkan vaksin dosis kedua pada anaknya.

Ketika dikonfirmasi, Yuni mengatakan anaknya ketakutan dengan jarum suntik. Ia pun memutuskan menyuntikkan secara paksa supaya tidak mengganggu proses vaksinasi.

Mulanya anak Yuni sudah dibujuk oleh nakes lain yang bertugas, sayangnya bujukan itu gagal. Anak Yuni bahkan sampai berlari sebanyak 3 kali.

“Saya naluri sebagai ibu, saya dudukin paksa dan langsung saya suntikan secara spontan, karena saya melihat hal itu sangat menggangu pelaksanaan vaksinasi yang lain,” kata Yuni.

BACA JUGA: VIRAL Video Suntik Vaksin Kosong, Petugas Minta Maaf dan Lakukan Penyuntikkan Lagi

Sementara itu, Mulyadi meminta dokter Yuni meminta maaf kepada pembuat lonten dan masyarakat terkait aksinya. Kasus ini pun sudah selesai secara kekeluargaan.

Share.

Leave A Reply