Sosial Media, RANCAH POST – Jagat maya sedang dihebohkan dengan cerita seorang model di Malang yang mengaku menjadi korban fetish mukena berkedok foto katalog online shop (olshop).

Cerita tersebut dibagikan melalui sebuah thread di Twitter dengan akun @jeehantz dan kini menjadi viral di media sosial. Sang pelaku disebut merupakan owner sebuah olshop mukena di Malang.

Dalam thread tersebut, akun @jeehantz menceritakan bahwa pengalaman kurang mengenakan yang dialaminya ini bermula dari perjalanan karirnya di awal tahun 2021 ini semenjak mengikuti salah satu pageant.

Ia menjelaskan terkait bagaimana fotonya diunggah di akun Twitter fetish oleh pelaku yang disebut owner sebuah olshop mukena di Malang dengan iinsial GM alias Griya Mukena Malang.

“Cerita ini berawal dari karir aku di awal tahun ini. Semenjak mengikuti salah satu pageant, Alhamdulillah mendapat banyak tawaran foto katalog dan endorse. Aku beri inisial GM yah untuk olshop mukena yang akan aku ceritakan,” tulis akun @jeehantz.

“Saat itu GM menjadi sponsor dalam Grand Final Pageant yang aku ikuti, sehingga kami para pemenang 7 besar diminta untuk memberikan feedback dengan mempromosikan melalui IG feed & snap,” sambungnya.

Sejak saat itu, owner dari GM langsung menawarkannya job untuk foto katalog dengan menetapkan tanggal tanpa membicarakan soal fee dan kesepakatan lainnya terlebih dahulu.

“Berlanjut—dari situlah, si owner GM (inisial R) mengenal aku dan menawarkan job untuk foto katalog. Hal janggal selanjutnya, beliau langsung tag tanggal tanpa sedikitpun membicarakan soal kesepakatan fee,” tulisnya lagi.

Singkat cerita, Jihan pun bergabung dalam sebuah grup untuk data pemotretan katalog di tanggal yang sudah ditentukan sebelumnya.

“Awalnya, beliau membuat grup yang beranggotakan para model dan forografer yang collab dengan produk GM. Disitu kami dijanjikan untuk foto di studio & MUA tapi karna satu dan lain hal, tanggal berubah, photoshoot di cafe dan tanpa MUA,” tulis akun @jeehantz lagi.

Akan tetapi beberapa kejanggalan mulai terjadi, salah satunya sang pemilik yang dikenalnya dengan Mbak R digantikan oleh Mas D yang mengaku sebagai adiknya.

“Aku memperhatikan satu persatu sepertinya nggak ada mbak R disitu. Melihat kebingunganku, si Mas yang membawa kantong besar berisikan mukena itu berkata “Mbak R nya ngga bisa dateng hari ini lagi ngurusin anaknya masih bayi, kenalin aku D adiknya mbak R”,” paparnya.

Kejanggalan tak hanya sampai di situ saja, soal fee tang dijanjikan akan ditansfer pun ternyata tak kunjung sang model dapatkan.

Hingga akhirnya, akun @jeehantz terkejut setelah tahu bahwa pemilik dari brand mukena tersebut adalah seorang pria yang diketahuinya sebagai Mas D. Mas D juga yang menyamar sebagai wanita dengan inisial Mbak R.

“Back to the main topic— suatu hari aku mendapat berita mengejutkan bahwa sebenernya MBAK R ADALAH MAS D. Sebenernya mbak R itu nggak ada! dan mas D lah yang selama ini menjadi admin OA GM, yang berpura-pura seolah-olah dia perempuan bernama Riya,” ungkapnya.

Akun @jeehantz pun mendapat kabar bahwa foto-fotonya dan model lain yang menggunakan mukena ada di sebuah akun fetish mukena. Foto-foto tersebut pun digunakan sebagai bahan untuk melakukan hal-hal tidak senonoh.

“Ditemukan juga twitter dimana akun tsb adalah OA fetish mukena sehingga foto kami digunakan sebagai bahan c*** mereka. Tentu saja, semua postingannya sangat *disgusting* perempuan memakai mukena yang merecord hal-hal asusila seperti akun fetish pada umumnya,” tulisnya.

Setelah ditelusuri, akun @jeehantz mengatakan bahwa pelaku tidak hanya menggunakan satu akun olshop saja, ia memiliki beberapa akun lain.

Di antaranya akun Instagram @selfie_mukena, @pedulimukenabersih, dan akun Twitter @pecinta_mukena.

Dalam thread yang dibuatnya, akun @jeehantz menegaskan tidak ada maksud untuk menjatuhkan siapa-siapa, melainkan sungguh-sungguh untuk memberikan peringatan pada warganet lainnya agar lebih berhati-hati dan teliti.

BACA JUGA: Sempat Bikin Heboh Soal Fetish Kain Jarik, Gilang ‘Bungkus’ Akhirnya Ditangkap Polisi

Kini para model yang bersangkutan sudah menindaklanjuti dan melaporkan kasus fetish mukena ini kepada pihak berwajib.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, fetish merupakan gangguan ketertarikan seksual yang intens pada benda mati atau bagian tubuh yang secara umum tidak dipandang sebagai bagian dari organ seksual.

Share.

Leave A Reply