Berita Nasional, RANCAH POST – Media sosial tengah digegerkan dengan sebuah video yang disebut memperlihatkan matahari terbit dari utara di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Fenomena yang terjadi itu bahkan dikait-kaitkan dengan dugaan tanda-tanda kiamat. Dalam video yang beredar pada Kamis 18 Juni 2021 itu, terlihat seseorang mengarahkan kamera ponselnya ke arah matahari.

Ia menyebut bahwa di pagi hari itu sekitar pukul 08.00 waktu setempat matahari terbit dari arah utara yang seharusnya dari timur.

“Ini adalah hari Kamis tanggal 17 Juni, di mana kami bersama teman-teman di Jeneponto menyaksikan langsung dengan mata kepala terjadi keanehan. Saya katakan ini adalah keanehhan karena sebelumnya saya belum pernah melihat di mana yang menjadi kebiasaan matahari pagi terbit di sebelah timur. Tapi sekarang baru menjelang jam 8.00 ternyata matahari sudah di posisi utara. Tidak biasa terjadi seperti itu,” ungkap si perekam.

Kemudian, si perekam juga sempat memperlihatkan lokasi sebuah masjid yang menurutnya merupakan petunjuk arah sebelah timur.

“Ini ada masjid di sini, ini adalah posisi timur. Dan sekarang ini matahari sudah terbit di sebelah utara,” ucap perekam video.

“Jadi ini kalau kita sebagai orang beriman selaku orang muslim dimana kita biasa dengar ada peringatan dari Rasullulah Muhammad SAW, bahwa salah satu tanda daripada akan terjadinya kiamat adalah ketika matahari terbit di barat dan tenggelam di sebelah timur.

Sepertinya dengan situasi pagi ini merupakan suatu isyarat bahwa suatu waktu nanti matahari akan terbit di sebelah barat karena sekarang sudah berada di utara,” jelasnya lagi.

Sontak saja usai video matahari disebut terbit dari utara di Jeneponto itu viral, banyak warganet yang langsung memberikan berbagai macam komentar.

https://www.facebook.com/oan.guptan/videos/3925375187499028/?t=133

Melansir Kompas.com, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin Makassar Hari Triwibowo memberikan penjelasan terkait fenomena matahari terbit dari utara itu.

Menurutnya, fenomena tersebut bukanlah sebuah pertanda yang berkaitan dengan bencana tertentu, tapi fenomena itu memang biasa terjadi setiap tahunnya.

Lebih lanjut Hari mengatakan bahwa fenomena itu terjadi akibat perputaran bumi mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya atau disebut dengan gerak semu matahari.

Ia menjelaskan, posisi Jeneponto berada pada lintang selatan ekuator. Hal tersebutlah yang akhirnya menyebabkan pada bulan-bulan tertentu seperti Maret hingga September seolah-olah posisi matahari akan terasa lebih berada / bergeser di utara.

Disebutkan puncaknya akan begitu terasa di bulan Juni dan Juli. Begitu pun acsebaliknya, nanti di bulan September-Maret matahari akan seolah bergerak ke selatan.

BACA JUGA: Viral Video Fenomena Awan Gelombang Tsunami di Meulaboh Aceh, Pertanda Apa?

Akan tetapi karena posisi Jeneponto berada di selatan ekuator, ketika matahari lebih ke selatan hal tersebut takkan begitu terasa.

Share.

Leave A Reply