RANCAH POST – Ponsel gaming pabrikan Asus, ROG Phone 3 sepertinya akan segera meluncur dalam waktu dekat ini. Suksesor dari ROG Phone 2 ini telah melewati badan sertifikasi ponsel China dan sudah menjalani uji benchmark di AnTuTu dengan skor yang sangat mengesankan.

Dilansir dari Gizmochina, Kamis (18/6/2020) ponsel gaming ROG Phone 3 akan dilengkapi dengan panel AMOLED berdimensi 6.59 inci dan menawarkan resolusi layar FHD+ (1080 x 2340 piksel serta aspek rasio 19,5:9.

Soal kinerja, Asus menanamkan chipset Snapdragon 865 yang memiliki kecepatan 3,09 GHz. Artinya chipset yang dipakai di ROG Phone 3 lebih garang ketimbang Snapdragon 865 ruguler dengan kecepatan 2,85 GHz.

Dilain sisi banyak yang memprediksi bahwa chipset ini bisa jadi merupakan Snapdragon 865 Plus yang hingga detik ini belum diumumkan oleh Qualcomm.

Guna mengimbangi performa yang ditawarkan oleh chipset tersebut ada tiga opsi RAM dan memori internal yang disediakan, yaitu 8/128GB, 12/256GB dan 16/512GB.

Departemen kamera, tersemat tiga kamera belakang yang temasuk sensor utama 64 MP dan kamera sekunder 13 MP. Sementara di depan ada kamera beresolusi 12 MP untuk mengambil foto selfie dan panggilan video.

Untuk bahan bakar, Asus membekali ROG Phone 3 dengan baterai jumbo berkapasitas 5.800 mAh yang rumor sebelumnya bakal didukung fast charging 30W.

Rupanya, Asus ROG Phone 3 ini sudah menjalani uji benchmark di AnTuTu dan berhasil meraih skor fantastis, yaitu 643.310 poin.

Skor AnTuTu Asus ROG Phone 3
Skor AnTuTu Asus ROG Phone 3. (IST/NET)

Alhasil, ponsel gaming ROG Phone 3 berhasil mengkudeta Oppo Find X2 Pro yang sebelumnya menjadi ponsel bertenaga Snapdragon 865 dengan skor AnTuTu tertinggi di angka 604.123 poin.

BACA JUGA: Asus ROG Phone 3 Disertifikasi EEC, Tanggal Peluncuran Makin Dekat?

AnTuTu mengatakan bahwa skor tertinggi yang berhasil dipecahkan ROG Phone 3 ini merupakan hasil dari kombinasi Snapdragon 865 overclocked dengan RAM 16 GB dan memori penyimpanan internal 512 GB yang juga mendorong perolehan poinnya.

Share.

Leave A Reply