Senin, 1 Juni 2020
Beranda Teknologi Viral Video Viral Video Rintihan Kesakitan Siswa SMPN 16 Malang Diduga Akibat Dibully Temannya

Viral Video Rintihan Kesakitan Siswa SMPN 16 Malang Diduga Akibat Dibully Temannya

Viral Video, RANCAH POST – Video rintihan tangis kesakitan yang dirasakan oleh seorang siswa viral di media sosial sejak beredar pada Jumat 31 Januari 2020 lalu.

Dalam video tersebut memperlihatkan bagaimana kondisi siswa SMPN 16 Malang berinisial MS yang diduga dibully oleh siswa  lainnya hingga membuatnya harus merasakan sakit.

Tampak ia sedang terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit Umum Lavalette Kota Malang dengan terus merintis kesakitan ketikan ibunya tengah membersihkan tangannya yang dipenuhi dengan luka lebam.

Bahkan kabarnya atas kejadian tersebut tangan MS hampir harus diamputasi karena mengalami memar yang sangat parah.

Sontak saja video ketika MS, siswa SMPN 16 Malang yang dibully temannya merintih kesakitan menjadi viral dan menuai berbagai reaksi. Tak sedikit netizen yang merasa kasihan atas kasus yang dialaminya.

View this post on Instagram

Viralnya kabar di WhatsApp, seorang siswa salah satu SMPN di Kota Malang yang dibully oleh teman-temannya hingga jari tangannya dikatakan akan diamputasi. Mengundang keprihatinan dan perhatian Kapolresta Malang Kota. Mendengar kabar tersebut, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata sangat prihatin dan menjenguk korban MS, siswa kelas 7 tersebut yang sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit Lavalette Malang, Jumat (31/1). Jenguk Korban Kecelakaan, Kapolresta Minta Maaf Dan Bertanggung Jawab… “Saya datang langsung ke Rumah Sakit tadi, dan benar korban memang berada disana tengah menjalani perawatan. Untuk kasusnya sendiri saat ini sedang kami lakukan penyelidikan.” ujar Kombes Pol Leonardus Simarmata. Sementara itu Polresta Malang Kota melalui Satbinmas tengah melakukan koordinasi dengan Kepala Diknas Pemkot Malang pada hari yang sama di Kantor Diknas Pemkot Malang Jl.Veteran Lowokwaru Kota Malang. Dari hasil koordinasi tersebut, menurut Kepala Diknas Kota Malang. Terkait kejadian tersebut murid yang diduga telah membully korban MS, sejumlah 4 murid tersebut menyatakan hanya sekedar bergurau. Antara korban MS dengan teman-temannya tersebut, saling mengenal dan berteman serta sama-sama tergabung dalam BDI (Badan Dakwah Islam). Pada saat kejadian tangan korban pada telunjuk kanan sudah terluka akibat terjepit tubuhnya sendiri dan juga terinjak kaki temannya tanpa sengaja. Hingga keesokan harinya MS masuk sekolah seperti biasa, namun bagian ada kakinya yang diperban, yang menurut keterangannya akibat jatuh dilingkungan rumahnya. Terkait viralnya korban MS masuk rumah sakit yang beredar di media sosial. Masih belum diketahui penyebabnya baik dari teman-temannya maupun pihak sekolah dan Diknas. Sementara pihak orang tua pun telah bermediasi. Orang tua para pelaku menyatakan akan bertanggung jawab dan membiayai pengobatan MS. Dari kejadian tersebut, Polresta Malang Kota melalui Sat Binmas akan membantu dan memfasilitasi permasalahan tersebut bersama dengan Diknas Pemkot Malang antara kedua belah pihak , agar tidak ada hak-hak yang terabaikan. Baik dari keluarga korban maupun dari pihak pelaku . . https://www.facebook.com/100025991466091/posts

A post shared by ndorobeii (@ndorobeii) on

Mengenai kasus bullying yang dialami oleh siswa MS, Kepala Sekolah SMPN 16 Malang, Syamsul Arifin membenarkan hal tersebut, namun ia menilai kejadian ini terjadi hanya karena candaan semata dan bukan kesengajaan.

Sementara itu, polisi langsung bergerak cepat untuk menangani kasus bullying yang dialami M. Seperti yang dikutip dari Jatim Times, pada Senin 3 Februari 2020 kemarin, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang murid yang diduga terlibat dalam kasus bullying.

Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan teknis pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur khusus anak-anak, bisa didatangi ke rumah atau ke sekolah.

Lebih lanjut, ia mengatakan hingga kini tiga orang saksi telah diperiksa petugas, di antaranya ibu korban, paman korban dan dari pelapor.

Berbagai proses pemeriksaan itu dilakukan sambil menunggu hasil visum. Diketahui pada tubuh korban terdapat sejumlah luka memar di tangan, kaki serta punggung.

Mengenai adanya kabar perdamaian antara kedua belah pihak, Leonardus mengatakan bahwa pihaknya masih akan tetap menjalankan proses hukum sebagaimana mestinya.

BACA JUGA: Aksi Anak SD Bully Temannya Bikin Geram, Korban Menangis Dipukul dan Ditendang

Saat ini kondisi korban masih mengalami sedikit trauma. Ketika diajak berbicara mulanya ia masih bisa terus menjawab, namun beberapa saat MS seperti teringat lagi dengan kejadian yang pernah ia alami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

106,631FansSuka
1,822PengikutMengikuti
1,266PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan