Selasa, 29 September 2020
Beranda Teknologi Sosial Media Video Driver Ojol Ditendang Polisi Bikin Heboh, Begini Kelanjutan Kasusnya

Video Driver Ojol Ditendang Polisi Bikin Heboh, Begini Kelanjutan Kasusnya

Sosial Media, RANCAH POST – Beberapa waktu lalu beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang driver ojol yang ditendang oleh seorang oknum polisi yang sedang bertugas.

Usut punya usut kejadian driver ojol ditendang dan dipukul polisi itu berawal dari kesalahan si driver ojol yang menerobos jalur steril yang akan dilewati oleh Presiden Joko Widodo di kawasan Tugu Kujang Kota Bogor, Jawa Barat.

Sang driver ojek online tersebut diketahui bernama Holil (25). Setelah videonya ditendang oleh polisi beredar dan viral di media sosial, dirinya mengakui bahwa tindakan yang ia lakukan memang salah karena sudah menerobos jalur pengamanan Presiden Joko Widodo.

Driver ojol itu bercerita jika pada saat kejadian tersebut ia tengah membawa penumpang melaju dari arah Jalan Raya Pajajaran menuju Jalan Otista.

Saat tiba di kawasan Tugu Kujang, arus lalu lintas memang sedang padat dan ia tidak mengetahui jika jalur tersebut sudah stelis karena Presiden Joko Widodo akan melewati jalan tersebut.

Atas insiden tersebut, Holil berjanji akan lebih mematuhi aturan lalu lintas. Ia bersama perwakilan driver ojek online lainnya juga telah melalukan sejumlah mediasi dan sudah sepakat untuk damai dengan kepolisian.

Polisi yang tendang driver ojol itu diketahui bernama Aipda Rizham yang merupakan anggota Satlantas Polresta Bogor. Kini ia harus dimutasi atau dipindahtugaskan menjadi staf kantor.

Hal tersebut dilakukan sebagai sebuah sanksi atas perbuatannya. Sementara itu, untuk Holil sang driver ojol yang menjadi korban dalam kejadian tersebut juga terkena sanksi tilang karena melanggar lalu lintas.

Menurut Kapolrsta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengatakan kasus polisi tendang driver ojol ini sudah selesai dengan damai.

Ia juga berharap untuk ke depannya tidak terulang kembali kejadian serupa dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

BACA JUGA: Sempat Viral Video Polisi Nempel di Kap Mobil, Pengemudi Akhirnya Ngaku Salah dan Minta Maaf

Sebelumnya video driver ojol yang ditendang oleh polisi ini sempat membuat heboh dunia maya. Banyak warganet yang menyayangkan atas aksi yang dilakukan oleh oknum anggota polisi tersebut.

View this post on Instagram

Kapolresta Bogor Kota, Jawa Barat, Kombes Pol Hendri Fiuser memutasikan anggotanya, Aipda R usai insiden penendangan salah satu pengemudi ojek online (ojol) saat pengamanan rangkaian Presiden Joko Widodo di Tugu Kujang, Kota Bogor. . "Untuk anggota tetap kita lakukan tindakan, kita akan pindahkan dari fungsi pelayanan ke bagian staf (Polresta Bogor Kota)," ujarnya kepada awak media usai meminta maaf pada Komunitas Ojol di Mapolresta Bogor Kota Jalan Kapten Muslihat Kota Bogor, Sabtu (5/10/2019) malam, seperti dikutip Antara. Menurut dia, Aipda R dimutasi lantaran tidak bisa menahan emosi saat menghadapi pelanggar lalu lintas. Aipda R dipindahtugaskan ke bagian administrasi agar tidak mengulangi perbuatan serupa. . "Karena bagaimana pun harus bisa menahan diri apa pun keadannya. Walaupun capek lelah, itu harus bisa menahan diri," ucap Hendri. Ia menjelaskan, kedua pihak sudah diberikan sanksi, baik Aipda R maupun ojol yang menerobos pengamanan, Holil (25). . Aipda R diproses oleh Propam Polresta Bogor Kota, sedangkan Holil diberikan sanksi berupa tilang. Hendri menerangkan, peristiwa itu bermula ketika Satlantas Polresta Bogor Kota mengamankan rangkaian Presiden Joko Widodo di Tugu Kujang, Kota Bogor, sekitar pukul 11.30 WIB. . Saat itu, rangkaian Presiden Jokowi tengah menuju Istana Bogor dari Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Ketika jalan sudah steril, Holil tiba-tiba menerobos dari Jalan Pajajaran menuju Jalan Otista. . Usai rangkaian melintas, insiden penendangan itu terjadi. Pada video yang beredar, Aipda R sempat menendang kaki dan memukul helem Holil sembari membentak. . "Hasil pemeriksaan kita berdasarkan saksi-saksi pengemudi ojol ini sudah diberhentikan, tapi tetap ngotot masuk sampai beberapa petugas menghadang akhirnya bisa diberhentikan," tutur Hendri. Kedua pihak sudah sepakat berdamai. Keduanya saling memaafkan dengan masing-masing menerima tindakan. . Artikel : Kompas.com

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

105,941FansSuka
1,824PengikutMengikuti
1,264PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan