Sekelompok Mahasiswa Tolak Film Dilan 1991 Tayang di Makassar, Produser Lapor Polisi

Sekelompok Mahasiswa Tolak Film Dilan 1991 Tayang di Makassar Produser Lapor Polisi
Sekelompok Mahasiswa Tolak Film Dilan 1991 Tayang di Makassar Produser Lapor Polisi

RANCAH POST – Sekarang ini hampir seluruh anak muda tengah heboh dan berbondong-bondong datang ke bioskop untuk nonton film Dilan 1991.

Akan tetapi pemutaran film tersebut mendapat penolakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Film itu dianggap tidak memuliakan guru dalam ceritanya.

Penolakan itu pun disampaikan oleh unsur mahasiswa kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kan kalau film bukan dinas yang menilainya. Kan ada lembaga sensor film. Mereka datang ke dinas dan menyampaikan aspirasi. Ya saya terima saja dengan baik,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Rahman Bando.

Dalam aspirasi yang diterima Rahman, unsur mahasiswa ini menyebut film Dilan 1991 yang diangkat dari novel Pidi Baiq itu dianggap tidak memuliakan tenaga pengajar atau guru.

Rahman juga mengatakan bahwa siapa saja yang datang menyampaikan aspirasinya, tentu itu berdasarkan penelaahan mereka dan dianggap kurang pas untuk dunia pendidikan.

Atas alasan itu, Rahman mengatakan kalau mereka meminta Dinas Pendidikan Makassar untuk memboikot pemutaran film tersebut.

Akan tetapi Rahman mengaku pemboikotan bukanlah kewenangan pihaknya. Namun untuk protes tersebut pihak Dinas Pendidikan menerimanya dengan baik.

Secara pribadi, Rahman pun mengaku kalau dirinya belum menonton film Dilan 1991 itu sehingga tidak dapat mengomentari apa-apa yang ada di film tersebut.

Namun demo yang dilakukan oleh unsur mahasiswa itu berakhir ricuh dengan adanya tindakan anarkis yang dilakukan.

Saat melakukan demo di bioskop, sejumlah mahasiswa itu membuat ricuh di depan pintu lobi karena diduga mendapat larangan dari sekuriti yang kemudian merusak barang milik bioskop.

Melihat hal tersebut, produser film Dilan 1991, Ody Mulya Hidayat, mengaku kecewa. Menurutnya film yang diadaptasi dari novel bestseller itu dinyatakan telah lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF) sehingga seharusnya sudah aman untuk patokan usia yang disasar 13+.

BACA JUGA: Viral Parodi Trailer Dilan 1991 Versi Bocah, Bikin Ngakak dan Miliki Pesan Mendalam

Karena meresahkan, Ody pun berencana akan melaporkan aksi pihak ini ke kepolisian setempat. Bahkan ia pun sudah menyiapkan pengacara.

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama