RANCAH POST – Seorang netizen dengan akun Facebook Muhanto Hatta membagikan sebuah video yang berisikan penyesalan warga Indonesia bergabung dengan ISIS.

Video tersebut dibagikan Muhanto pada 9 Desember 2018 lalu dengan caption ‘Orang Indonesia yg menyesal datang ke negara ISIS, dan ingin pulang’.

Di awal video tersebut, terlihat seorang pria yang mengenakan pakaian berwarna biru digiring oleh petugas keamanan bersenjata laras panjang.

Pria itu pun terlihat diborgol. Tertulis dalam video itu jika pria itu adalah seorang jihadis Indonesia yang bernama Rihan.

Rihan, warga Indonesia gabung ISIS mengatakan bahwa kedatangannya ke Suriah merupakan kesalahan fatal. Rihan mengaku tak sudi lagi berada di Suriah dan ingin segera kembali ke Indonesia.

Masih dalam video tersebut, terlihat pula sejumlah wanita yang juga disebutkan berasal dari Indonesia.

Di dalam tenda darurat yang merupakan tempat penampungan sementara, para wanita itu tinggal berdesakan.

Wanita bernama Nurshardrina Khairadhania bercerita, kelompok yang punya sebutan lain ‘daesh’ itu mengajak mereka ke wilayahnya dan menjanjikan akan memberikan fasilitas hingga melunasi hutang-hutangnya.

Selain itu, Nurshardrina mengungkapkan bahwa tindakan Islamic State justru tidak sesuai dengan ajaran Islam yang adil dan damai.

Keberadaan video warga Indonesia ingin pulang setelah gabung ISIS itu pun ditanggapi beragam oleh para netizen.

Agus ‘age’ Budiyono: “Mrk sdh mengkhianati nkri… Gak usah dipulangkan biar pd merasakan hasil dr pengkhianatannya itu.”

Linna Linna: “Seharusnya yg sdh pergi tinggalkan NKRI utk isis tidak bisa lagi di ijinkan kembali apapun alasannya. Sangat membahayakan negara.”

Jorine US: “Semoga bisa buat pembelajaran, betapa orang2 kita yg kesana aja menyesal… Kasian juga, tapi itu resiko dari pilihan mereka kesana.”

BACA JUGA: Diduga Terlibat ISIS, Mahasiswi IAIN Tulungagung Irma Novianingsih ‘Ditendang’ dari Suriah

Ramlan Tambun: “Karena sdh tertangkap baru menyesal,kalau tdk terus dia akan terus menjalankan niatnya.”

Share.

Leave A Reply