Di Ciamis, Jembatan Kereta Api Peninggalan Belanda Ini Menyimpan Cerita Mistis

Di Ciamis Jembatan Kereta Api Peninggalan Belanda Ini Menyimpan Cerita Mistis
Di Ciamis Jembatan Kereta Api Peninggalan Belanda Ini Menyimpan Cerita Mistis

BERITA CIAMIS, RANCAH POST – Sebuah jembatan kereta api bekas peninggalan Belanda dulu terlihat melintang di atas Sungai Citalahab Dusun Tamansari, Desa Kertahayu, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis.

Kini, kondisinya memprihatinkan lantaran ulah tangan-tangan tak bertanggung jawab. Tak terlihat lagi jembatan kereta peninggal Belanda tersebut, hanya menyisakan pondasi.

Namun ada cerita mistis di balik jembatan kereta tinggal kenangan tersebut yang masih dipercayai oleh warga sekitar.

“Warga ada yang percaya bahwa di jembatan itu muncul hal-hal yang berbau mistis, seperti kejadian yang aneh atau hal-hal yang dilarang diperbuat,” kata warga yang enggan disebutkan identitasnya.

“Pernah ada kejadian dulu ketika dilakukan pengerukan, mesin backhoe tiba-tiba mati, penyebabnya tidak diketahui,” tambah warga tersebut, Selasa (6/3/2018).

Sebelum terjadi peristiwa, warga sudah memperingatkan agar backhoe tidak dioperasikan ketika waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.

Akan tetapi, operator tidak mengindahkannya sehingga akhirnya mesin backhoe tiba-tiba mati.

Berdasarkan penuturan tokoh masyarakat Desa Kertahayu, Supena, lokasi bekas jembatan kereta api di atas Sungai Citalahab dulunya merupakan tempat pembantaian warga oleh Belanda.

“Ketika masa penjajahan Belanda, seorang petinggi angkatan bersenjata Indonesia, Kapten Ganda, menembak barisan tentara Belanda yang berjalan di wilayah Cikotok dan menewaskan salah satu pimpinannya,” terang Supena.

“Setelah peristiwa itu, Belanda menerjunkan pasukannya ke lokasi dan melakukan penyisiran, 9 orang warga berhasil ditangkap belanda saat itu,” lanjut Supena, dilansir Harapan Rakyat.

Masih diceritakan Supena, kesembilan warga itu kemudian digiring pasukan Belanda bersama mata-mata Indonesia ke salah satu markas Belanda yang ada di Kota Banjar.

Dalam perjalan menuju Banjar, mata-mata tersebut sempat menyuruh 9 warga mengambil bambu dengan maksud agar mereka melarikan diri.

Akan tetapi, 9 warga tersebut tidak mengerti dengan isyarat tersebut dan kembali menuju rombongan tentara Belanda setelah mengambil bambu.

Perjalanan pun dilanjutkan, tepat di jembatan kereta di Ciamis tersebut kesembilan warga diperintahkan berbaris dan kemudian ditembaki hingga tercebur ke Sungai Citalahab.

BACA JUGA: Pria Ini Dilempar ke Sungai Usai Dipukuli Oknum TNI

Sejak peristiwa tersebut, di lokasi kadang terdengar suara orang-orang sedang berjalan di atas jembatan dan kejadian mistis lainnya.

Loading...

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama