Dugaan Pelecehan Seksual, Walikota Melbourne Mengundurkan Diri

Dugaan Pelecehan Seksual Walikota Melbourne Mengundurkan Diri
Dugaan Pelecehan Seksual Walikota Melbourne Mengundurkan Diri

RANCAH POST – Dituding telah melakukan pelecehan seksual dan berbuat tak senonoh kepada perempuan, Walikota Melbourne mengundurkan diri.

Pengunduran diri itu dilakukan Walikota Robert Doyle pasca menjalani perawatan di rumah sakit selama tujuh minggu.

Tuduhan pelecehan seksual itu yang ditujukan kepada Wali Kota Melbourne itu datang dari dua anggota dewan melalui sebuah laporan yang dibuat oleh Ian Freckelton QC.

Adapun dalam penyelidikan terpisah, Doyle juga dilaporkan oleh seorang wanita yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual dalam sebuah acara di rumah sakit.

Kendati demikian, Doyle membantah tuduhan pelecehan seksual tersebut. Bahkan dikatakan kuasa hukum Doyle, Nick Ruskin, kliennya itu merasa tak ada keadilan dalam proses penyelidikan.

Namun penyelidikan terhadap Doyle tertunda lantaran dia tengah menghadapi masalahan kesehatan yang mengharuskannya kembali dirawat untuk menjalani pemulihan.

“Dia memanggil ketika dirinya sedang di rumah sakit, dia terdengar sakit. Jelas dia sedang bermasalah dengan kesehatannya,” ucap Ruskin, dilansir ABC, Senin (5/2/2018).

Meski demikian, ucap Ruskin, Walikota Melbourne itu tak menjelaskan apa yang tengah dirasakannya. Sang walikota hanya menyampaikan kalau dia harus dirawat karena tekanan darah tinggi.

Jabatan Walikota Melbourne disandang Doyle sejak 2008 silam, ia juga menjabat sebagai ketua Melbourne Health.

Akibat kasus tersebut, Doyle pun harus melepas dua jabatan sekaligus.

Sementara itu, istri Walikota Melbourne, Emma Page Campbell menyebutkan bahwa tuduhan tersebut menyebabkan suaminya kini berada di ambang kehancuran.

BACA JUGABuktikan Pelecehan Seksual Bukan Hanya Karena Pakaian Terbuka, Ibu-Ibu Tua dan Berkerudung Ini Jadi Korban Grepe-Grepe Lelaki Mesum di Angkot

“Saya tengah melihat pria terkuat yang saya kenal di ujung kehancuran,” tutur Emma.

Loading...

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama