Rumah Dilahap Si Jago Merah, Kondisi Janda Tua di Ciamis Memprihatinkan

Rumah Dilahap Si Jago Merah Kondisi Janda Tua di Ciamis Memprihatinkan
Rumah Dilahap Si Jago Merah Kondisi Janda Tua di Ciamis Memprihatinkan

BERITA CIAMIS, RANCAH POST – Tak ada yang tahu dengan guratan takdir seseorang. Sekarang mendapat kenikmatan, bisa saja besok musibah datang tanpa permisi.

Seperti yang dialami seorang janda tua warga Dusun Cisaar, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bernama Amah (84).

Amah mau tak mau harus ikut menumpang di rumah tetangganya lantaran rumah miliknya satu-satunya ludes dilalap kobaran api pada Sabtu (20/1/2018) silam.

Kebakaran yang menghanguskan rumah berukuran 4,5 x 7 meter itu membuat janda renta di Ciamis itu hanya bisa pasrah meratapi nasib.

Untuk kembali membangun rumah sederhananya, Amah hanya berharap bantuan dari sesama yang peduli dan memiliki hati nurani.

Menurut Kepala Dusun Cisaar, Tatang Rahmat, yang diperlukan Nenek Amah saat ini adalah keperluan sehari-hari dan bantuan untuk kembali membangun rumahnya yang terbakar.

“Nenek Amah hidup sebatang kara dan sudah tak mampu lagi mencari nafkah, yang dibutuhkannya sekarang ini adalah bantuan tempat tinggal dan keperluan sehari-hari,” terang Tatang, sebagaimana dilansir Harapan Rakyat.

Tatang menjelaskan, kebakaran yang menghanguskan rumah janda tua di Ciamis itu terjadi pada saat Amah menginap di rumah salah satu tetangganya.

Kuat dugaan, kebakaran tersebut terjadi lantaran Amah lupa mematikan obat nyamuk bakar yang dinyalakannya.

“Obat nyamuk bakar itu disimpan Nenek Amah di atas koper. Obat nyamuk itu sepertinya jatuh kemudian membakar koper hingga akhirnya merembet dan membakar rumahnya,” ujar Tatang.

Sementara dikatakan Kepala Desa Kertahayu, Saepudin, akibat kebakaran rumah itu korban kini kehilangan tempatnya berlindung dari panasnya sengatan matahari dan dinginnya malam hari.

BACA JUGA: Terlibat Kecelakaan Maut di Padaherang Pangandaran, Pengendara Motor Asal Ciamis Tewas

“Selepas insiden kebakaran, kami langsung melakukan pendataan dan mengajukan bantuan kepada BPBD dan Baznas. Mudah-mudahan segera ada tindak lanjut,” kata Saepudin.

Loading...

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama