Tak Percaya Hadits, Jamida Beevi Diancam Dihabisi Karena Jadi Imam Shalat Jumat

Jadi Imam Shalat Jumat Jamida Beevi Diancam Dihabisi
Jadi Imam Shalat Jumat Jamida Beevi Diancam Dihabisi

RANCAH POST – Ancaman pembunuhan diterima soerang wanita Muslim bernama Jamida Beevi, asal Negara Bagian Kerala, India.

Ancaman pembunuhan itu diterima Jamida usai dirinya menjadi imam shalat Jumat dengan jumlah makmum laki-laki dan perempuan yang mencapai puluhan orang.

Jamida Beevi, dilansir The Guardian, menjadi imam shalat Jumat di tempat ia bekerja, kantor Al-Quran Sunnat Society, beberapa pekan silam.

Tak cuma menjadi imam shalat Jumat, Jamida Beevi juga diketahui menjadi khatib dan menyampaikan ceramah berisikan kesetaraan gender.

Buntut dirinya menjadi imam shalat Jumat tersebut, wanita berusia 34 tahun itu dilaporkan mendapat ancaman pembunuhan daru sejumlah anggota organisasi Islam.

“Ancaman pembunuhan saya terima melalui Facebook, YouTube, dan WhatsApp, tapi saya sama sekali tidak takut. Mereka yang mengancam saya adalah ekstrimis yang tidak bisa menerima reformasi apapun,” kata Jamida.

Kini, Jamida Beevi pun disebut sebagai wanita pertama di India yang menjadi imam shalat Jumat bagi jamaah laki-laki dan perempuan.

“Saya percaya Al Quran mengajarkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Diskriminasi terhadap perempuan itu ulah manusia, dipaksakan oleh ulama laki-laki, dan saya berkeinginan untuk merubahnya,” ucap Jamida.

Jamida Beevi diketahui merupakan anggota Quran Sunnat Society, sekte kecil yang hanya percaya pada Al Quran saja, tidak pada hadits.

“Dasar Islam itu Al Quran, bukan hadits, yang diciptakan setelah kematian nabi. Selama 1400 tahun, laki-laki yang membuat keputusan. Kini, sudah saatnya berubah,” tutur Jamida.

BACA JUGAAktris Terkenal India Jadi Korban Pemerkosaan di Mobil

Nishat Hussain, kepala organisasi perjuangan hak perempuan Muslim Bharatiya Muslim Mahila Andolan (BMMA) di Jaipur memberikan pandangan soal aturan perempuan menjadi imam shalat Jumat.

Saya mendukung gagasan kesetaraan, tapi di dalam Al-Quran dikatakan, seorang perempuan dapat memimpin perempuan lain dalam salat tapi tidak dapat mengimami laki-laki. Namun, jika dia menentang peraturan ini, akan sulit baginya untuk mendapat dukungan dari orang-orang.

Loading...

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama