Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Internasional»Donald Trump ‘Tendang’ Warga Indonesia Korban Kerusuhan 1998, Ternyata Mereka…
    Berita Internasional

    Donald Trump ‘Tendang’ Warga Indonesia Korban Kerusuhan 1998, Ternyata Mereka…

    Toni FaturokhmanToni Faturokhman18 Oktober 20170
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Kerusuhan 1998
    Kerusuhan 1998

    RANCAH POST – Pasca pecahnya kerusuhan 1998 di Indonesia, tak sedikit dari warga negara Indonesia keturunan Tionghoa memilih hijrah ke Amerika Serikat.

    Hampir 20 tahun lamanya mereka hidup dengan tenang hingga akhirnya Presiden Amerika Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menyebabkan para WNI tak akan lagi diterima di AS.

    Keluarga Lumangkun misalnya, saat melapor ke ICE (Immigration and Customs Enforcement) di Kota Manchester, Hillsborough County, New Hampshire, Eva dan Meldy Lumangkun mengaku diusir.

    Keduanya diberi tenggat waktu selama 2 bulan untuk kembali ke Indonesia. “Kami tak mungkin kembali ke Indonesia, kami khawatir akan keselamatan anak-anak kami,” ucap Meldy, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (16/10/2017).

    BACA JUGA: Mereka yang Menjadi Provokator dalam Kerusuhan 4 November

    Tak hanya keluarga Lumangkun, ada puluhan WNI lainnya yang tinggal di New Hampshire pasca berlangsungnya kerusuhan 1998.

    Dari informasi yang berhasil dihimpun, keluarga Lumangkun merupakan salah satu dari 2000 warga Indonesia keturunan Tionghoa yang berbondong-bondong pergi ke Amerika untuk memulai kehidupan yang baru.

    Mereka masuk ke Amerika Serikat dengan visa turis. Akan tetapi, mereka tidak memperpanjang visanya dan menetap secara ilegal di Negeri Paman Sam tersebut.

    Tak hanya di New Hampshire, warga Indonesia yang menghindari kerusuhan 1998 juga tinggal di New Jersey dan bekerja di sejumlah sektor.

    “Mereka bekerja di sektor-sektor penting, dan bukan perkara mudah mengganti mereka dengan orang yang baru. Mereka pun sudah mengajukan banding atas keputusan itu dan kasusnya sedang berjalan,” ucap senator Jeanne Shaheen.

    Berita Dunia Berita Internasional Donald Trump Internasional
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Toni Faturokhman
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Heboh Fenomena ‘Hujan Cacing’ di China, Faktanya?

    14 Maret 2023

    Momen Menyentuh Lionel Messi Cium Trofi Piala Dunia Untuk Pertama Kalinya

    19 Desember 2022

    Tragedi Halloween di Itaewon, Korban Tewas Bertambah Jadi 153 Orang

    31 Oktober 2022
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.