Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Teknologi»Sosial Media»Perihal Sang Ayah Yang Tidak Ada Dalam Lukisan Khong Guan, Ini Jawaban Pelukisnya
    Sosial Media

    Perihal Sang Ayah Yang Tidak Ada Dalam Lukisan Khong Guan, Ini Jawaban Pelukisnya

    Nina NurmalasariNina Nurmalasari19 Juni 20170
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Perihal Sang Ayah Yang Tidak Ada Dalam Lukisan Khong Guan Ini Jawaban Pelukisnya
    Perihal Sang Ayah Yang Tidak Ada Dalam Lukisan Khong Guan Ini Jawaban Pelukisnya

    RANCAH POST – Momen lebaran identik dengan kue-kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju dan kue kering lainnya. Dan ada lagi satu kue khas lebaran, yakni biskuit Khong Guan.

    Dari dulu sampai sekarang nggak ada perubahan yang berarti pada kaleng biskuit ini. Gambar deretan biskuit dan warna merah tetap menghiasi kaleng biskuit tersebut.

    Tapi ada satu hal yang diingat dari kaleng biskuit ini, apalagi kalau bukan lukisan dua anak dan ibunya yang tengah menikmati biskuit dan teh. Namun tidak ada ayah dalam lukisan tersebut.

    Pelukis dari gambar tersebut merupakan orang Indonesia, ia adalah Bernardus Prasodjo, yang sekarang berusia 69 tahun.

    Perihal Sang Ayah Yang Tidak Ada Dalam Lukisan Khong Guan, Ini Jawaban Pelukisnya

    Dalam video yang diunggah oleh ANTARA News di YouTube, Bernardus menceritakan kisah dibalik lukisan yang fenomenal itu.

    Ia juga menjawab pertanyaan dari banyak orang yang menanyakan keberadaan sosok sang ayah yang tidak nampak dalam lukisan tersebut.

    Bernardus menyebutkan bahwa dirinya mendapat pesanan untuk gambar tersebut dari sebuah perusahaan separasi film.

    Saat itu ia mendapat contoh gambar dari sebuah majalah. Potongan gambar tersebut nampak lusuh. Bernardus pun mengikuti arahan yang diberikan pihak pemesan perihal gambar yang diinginkan mereka.

    Menurut Bernard, lukisan yang sampai saat ini menghiasi kaleng biskuit Khong Guan itu nggak banyak berbeda dengan gambar contoh yang diberikan padanya.

    “Ya, hanya ini bajunya warna kuning, yang ini merah. Kemudian anaknya yang ini rada digeser kemari, yang ini jadi pegang biskuit. Ya begitu saja,” tutur Bernard.

    Saat ditanya soal ketiadaan sosok sang ayah dalam gambar tersebut, Bernardus mengaku tidak tahu persis. Walau demikian, ia punya sebuah teori.

    “Menurut saya itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga agar membeli. Jadi yang penting ada ibunya disitu,” jawab Bernardus yang kemudian tersenyum.

    “Karena yang belanja ibunya kok,” lanjut pria yang sekarang aktif dalam pengobatan prana.

    Bernardus pun menceritakan proses pembuatan gambar tersebut. Terlebih dulu ia membuat sketsa denga komposisi gambar sesuai dengan pesanan.

    “Kita sketch dulu. Kira-kira seperti ini mau enggak. Sampai sudah setuju kira-kira komposisinya seperti itu, baru kita lukis,” ucap Bernard.

    Seingatna, lukisan itu dibuat sekitar tahun 1970-an.

    “Yang penting dari pekerjaan-pekerjaan semacam itu, bisa punya rumah, bisa punya mobil,” tuturnya.

    Bernardus pun menuturkan bahwa dirinya mengawali karier sebagai pelukis profesional sejak menjalani kuliah di ITB.

    Rumah kosnya berada di Jalan Lengkong Kecil Bandung bersebelahan dengan kantor redaksi Aktuil, sebuah majalah musik yang terkenal pada zamannya.

    “Kami suka main ke situ, bantu-bantu buat ilustrasi. Keterusan. Lama-lama kuliahnya ketinggalan,” ucapnya.

    Dari situ Bernard mendapat pesanan komik, yang lama-lama jadi semakin banyak. Dari komik, Bernard mendapat pesanan dari perusahaan untuk menggambar produk mereka.

    “Dulu saya ke supermarket, itu bangga sekali. Hampir semua etiket-etiket yang laku itu saya bikin. Tapi semakin kesini, makin sedikit,” katanya.

    Sampai saat ini yang tersisa tinggal Khong Guan, Nissin Wafer, Monde, ucap Bernardus.

    Sosial Media
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Nina Nurmalasari
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    WhatsApp Group Message History, Gak Ada Lagi FOMO di Grup!

    23 Februari 2026

    20 Link Twibbon Idul Fitri 1446 H, Keren dan Gratis!

    30 Maret 2025

    Kata-Kata Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri yang Penuh Makna dan Berkesan

    29 Maret 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.