Oknum Polantas Ancam Pengendara Mobil di Puncak, Ini Kata Netizen

Oknum Polantas Ancam Pengendara Mobil di Puncak
Oknum Polantas Ancam Pengendara Mobil di Puncak

RANCAH POST – Postingan netizen Ihsan Amaludin di Facebook pada hari Minggu (5/2) yang menunjukkan seorang oknum polisi lalu lintas (polantas) di Cipanas, Puncak, yang diduga telah mengancam hingga terjadi cekcok menuai viral dan berbagai komentar dari warga di dunia maya.

Melihat perilaku arogan dari oknum polisi ini, netizen berbondong-bondong membagikan postingan, tak sedikit yang berkomentar pedas akan perlakuan seorang oknum polantas kepada masyarakat sipil yang tengah berkendara di kawasan Cipanas.

Hingga saat ini, postingan Ihsan telah dibagikan sebanyak hampir 50 ribu kali, dan menuai lebih dari 48 ribu ekspresi netizen yang kebanyakan terkejut akan kejadian tidak mengenakkan yang dialami Ihsan bersama keluarga dan rekan.

Berikut beberapa komentar netizen menanggapi kelakuan oknum polisi yang tengah mengawal sebuah mobil mewah di kawasan Cipanas, Puncak, seperti dihimpun Rancah Post di bawah ini.

“Sudah pintar? Emang dari dulu pinter kelleeeuussss!!! Kayaknya ada yang mendadak tersadar tuh apa arti kebodohan. Fi amanillah Ihsan dan klg. Semoga terhindar dari segala kedzaliman.” kata Rika.

“Saya juga pernah mengalami kejadian dengan polisi yang kurang lebih sama kang, kata katanya pun persis sama. Mungkin sop nya polisi memang begitu.” ujar Nova.

“Speachless kang…. semoga sekeluarga, apalagi anak2 tidak trauma dengan semua yg berseragam…” tutur Yuvita.

“Mantap pak dokter.. lanjutkan, hanya melalui sosmed ini kita rakyat biasa bisa berharap sebuah aspirasi bisa di dengar oleh aparatur pemerintahan di atas sana. biar di tindak polisi yg seperti ini..” kata Armin.

“Saya sih tidak melihat siapa yg melakukan ya,tp lebih kepada apa yg dilakukan. Sebelum ini juga kan ada video ibu2 yg melakukan ‘penganiayaan’ kepada oknum polisi. Lalu video itu menjadi viral,hingga masalahnya sempat menyentuh ranah hukum. Jadi di sini,saya tidak mau men-judge profesi tertentu. Siapapun dia,kalau salah ya salah.” belanya Dona.

Tinggalkan komentar

Masukkan komentar Anda
Masukkan nama