Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Artikel & Opini»Melaksanakan Puasa Rajab, Bagaimana Hukum dan Keutamaannya?
    Artikel & Opini

    Melaksanakan Puasa Rajab, Bagaimana Hukum dan Keutamaannya?

    Toni FaturokhmanToni Faturokhman8 April 20160
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Bulan Rajab
    Bulan Rajab

    RANCAH POST – Dalam penanggalan Islam, bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender hijriyah. Dalam bulan Rajab ini, terdapat satu momen penting yang dialami oleh Rasulullah SAW, yaitu peristiwa isra mi’raj yang terjadi pada tanggal 27 rajab. Dari isra mi’raj tersebut, Rasulullah SAW menerima sebuah perintah yang hingga saat ini wajib dilaksanakan oleh seorang Muslim, shalat lima waktu.

    Bulan Rajab sendiri merupakan salah satu bulan dari empat bulan yang dimuliakan selain dzulqo’dah, dzulhijjah, dan muharram. Lantaran bulan Rajab merupakan bulan yang dimuliakan, maka tak heran lagi bila sebagian Muslim
    melaksanakan amalan-amalan pada bulan ini, salah satunya adalah puasa Rajab.

    Lalu bagaimana hukumnya bila seseorang hendak melaksanakan puasa Rajab ini? Sebagaimana dikutip Rancah Post dari laman nu.or.id, beberapa hadits nabi yang memerintahkan atau menganjurkan seseorang melaksanakan puasa dalam empat bulan yang dimuliakan di atas, cukup menjadi hujjah atau dasar utamaya puasa Rajab. Salah satunya adalah sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah mengatakan, “Rasulullah SAW berkata: berpuasalah pada bulan-bulan haram”.

    As-Syaukani dalam kitab Nailul Authar menyebutkan, dalam pembahasan puasa sunnah Nabi mengatakan, “Bulan Sya’ban merupakan bulan yang berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan”. Secara eksplisit, hal ini menunjukkan bahwa seperti pada bulan haram lainnya, pada bulan Rajab juga disunnahkan atau dianjurkan untuk melaksanakan puasa. Tak hanya as-Syaukani, imam Muslim dalam hadits shahihnya juga meriwayatkan keutamaan puasa pada bulan-bulan mulia ini. Bahkan dalah hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim tersebut Rasulullah menyatakan bahwa puasa pada bulan haram, termasuk puasa Rajab, merupakan puasa yang paling utama setelah puasa di bulan Ramadhan.

    Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya imam al-Ghazali dinyatakan bahwa sunnahnya melaksanakan puasa akan menjadi lebih kuat bila dilaksanakan pada hari-hari yang utama dan hari-hari yang utama ini dapat ditemukan tiap minggu, tiap bulan, dan tiap tahun. Terkait hal ini, imam al-Ghazali menyatakan bahwa bulan Rajab masuk ke dalam kategori hari-hari yang utama tersebut.

    Begitu juga dalam kitab Kifayatul Akhyar, bulan yang paling utama untuk melaksanakan puasa seteleh berakhirnya puasa Ramadhan adalah puasa yang dilakukan pada empat bulan yang diharamkan atau dimuliakan, dzulqa’dah, dzul hijjah, rajab dan muharram. Lalu bagaimana hukum puasa Rajab dan ibadah lainnya dalam bulan Rajab, an-Nawawi mengatakan sebagai berikut:

    Telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

    Bagaimana dengan keutamaan melaksanakan puasa Rajab ini, berikut beberapa hadits yang menyatakan keutamaan puasa Rajab sebagaimana dihimpun Rancah Post dari berbagai sumber. Pertama, bila seseorang melaksanakan puasa Rajab meski satu hari saja, ia diibaratkan melaksanakan puasa Rajab selama satu bulan. Bila melaksanakan puasa Rajab selama tujuh hari, maka ditutuplah pintu neraka jahim baginya. Sedangkan bila melaksanakan puasa Rajab selama delapan hari, delapan pintu surga akan terbuka untuknya.

    Kedua, di dalam surga ada sungai yang dinamakan sungai Rajab yang memiliki air lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu sekalipun. Barang siapa yang melaksanakan puasa Rajab satu hari saja, maka ia akan mencicipi atau dikarunia air dari sungai Rajab tersebut. Wallahu a’lam.

    Artikel & Opini Bulan Rajab Kajian Islami Nabi Muhammad SAW Puasa Rajab
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Toni Faturokhman
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    15 Nama Lain Hari Kiamat Yang Ditentukan dan Tertulis dalam Al-Qur’an

    20 Mei 2024

    Manfaat Belajar Bahasa Inggris dan Cara Mempelajarinya

    1 Januari 2023

    Pengalaman Mencari Jasa Ekspedisi Pengiriman Barang ke Indonesia Timur, Maluku dan Papua Terpercaya!

    25 Maret 2020
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.