Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»Minta Tebusan 14 Miliar, Kelompok Abu Sayyaf Sandera Puluhan Pelaut Indonesia
    Berita Nasional

    Minta Tebusan 14 Miliar, Kelompok Abu Sayyaf Sandera Puluhan Pelaut Indonesia

    Toni FaturokhmanToni Faturokhman30 Maret 20160
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Abu Sayyaf
    Abu Sayyaf

    RANCAH POST – Sejak Sabtu (26/3/2016) kemarin, kelompok teroris yang berbasis di Filipina, Abu Sayyaf, menyandera sedikitnya 10 awak kapal tug boat Brahma 12 yang mengangkut batubara milik perusahaan tambang asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapal Brahma 12 sendiri disandera kelompok Abu Sayaaf di sekitar perairan Filipina.

    Sebanyak 10 awak dan muatan batubara dalam kapal Brahma 12 tersebut kini berada di sebuah pulau yang berada di kepulauan Sulu. “Para penyandera meminta tebusan Rp14,3 miliar atau setara dengan 50 juta peso untuk pembebesan 10 awak kapal tersebut,” ungkap Kepala Badan Intelijen Negara, Sutiyoso.

    Sementara itu, Kapolri, Jenderal Polisi Badrodin Haiti menjelaskan kronologi disanderanya kesepuluh Warga Negara Indonesia tersebut. Badrodin menjelaskan, 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf ini berlayar dari ungai Puting di Kalimantan Selatan menuju Filipina menggunakan dua kapal. Kapal tersebut melaju lambat lantaran membawa beban yang sanga berat, 7000 ton batubara.

    “Dengan membawa beban seberat itu, kapal berjalan lambat, sekitar 4 knot. Dikejar dengan kapal nelayan atau speedboat juga bisa. Untuk mencapai Filipina, kapal membutuhkan waktu 20 hari hingga 1 bulan. Saat itulah perampokan terjadi,” ucapnya, Selasa (29/3/2016).

    Kelompok teroris Abu Sayyaf ini memang dikenal kerap menculik warga asing guna mendapatkan tebusan. September 2015 silam, kelompok Abu Sayyaf ini menculik warga Kanada, Norwegia, dan Filipina dari sebuah resort wisata dan menuntut tebusan sebanyak 21 juta dollar untuk masing-masing sandera.

    Abu Sayyaf Berita Internasional Berita Nasional Nasional
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Toni Faturokhman
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Panwaslu Rancah Bahas Strategi Pengawasan Kampanye dan Pemetaan TPS Rawan

    30 Januari 2024

    Update Korban Tewas Dalam Tabrakan Kereta Turangga vs Bandung Raya, Ini Identitasnya

    5 Januari 2024

    2 Kereta Api Tabrakan di Cicalengka Bandung, Gerbong Masuk Sawah

    5 Januari 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.