Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Teknologi»Internet»Ini Penjelasan Telkom Soal Kebijakan FUP IndiHome
    Internet

    Ini Penjelasan Telkom Soal Kebijakan FUP IndiHome

    Ade Yayat PriyatnaAde Yayat Priyatna11 Februari 20160
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    IndieHome
    IndieHome

    RANCAH POST – Seperti yang kita ketahui, bahwa PT Telekomunikasi Indonesia Tbk alias Telkom baru saja memberlakukan ketentuan baru bagi para pengguna layanan IndiHome. Ketentuan ini tidak lain adalah penerapan Fair Usage Policy (FUP) atau batas pemakaian normal dalam jaringan IndiHome.

    Artinya, kini para pelanggan IndiHome tidak lagi mendapatkan layanan internet unlimited, setiap koneksi, unduhan, streaming dan aktivitas daring lainnya dibatasi hingga kuota tertentu. Dan ketika sudah mencapai batas FUP, maka koneksi akan dilambatkan hingga selambat-lambatnya.

    Hal ini jelas menuai kritik, protes dan kecaman dari berbagai pihak. Namun Telkom  mengklaim bahwa para pengguna layanan IndiHome tidak akan terkena dampak buruk dari ketentuan baru ini. Bahkan mereka mengatakan bahwa ketetapan FUP baru ini diberlakukan untuk melindungi para pelanggan normal IndiHome. Hal ini juga mereka jelaskan dalam sebuah postingan di situs resmi Telkom Indonesia.

    Dan satu hal lagi, pihak Telkom juga menyatakan bahwa FUP ini nantinya tidak akan berdampak pada layanan lain selain internet. Dengan kata lain, layanan UseeTV yang dibundle Telkom bersama dengan Telpon tidak akan kena dampaknya.

    “Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi konsumen. Penerapan FUP juga dilakukan di negara lain seperti Amerika, Jepang dan Malaysia serta operator lain di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperlakukan konsumen secara adil sesuai kebutuhannya” ujar VP Corporate Communication Arif Prabowo.

    Arif juga menjelaskan bahwa pemberlakuan dari ketetapan FUP baru ini dilakukan berdasarkan berbagai penelitian dan pengamatan yang dilakukan Telkom terhadap para konsumennya. Telkom mendapati bahwa sebagian pengguna internet IndiHome normal kerap mengalami gangguan yang diakibatkan oleh para pengguna kelas berat (heavy user) yang melakukan download konten, game, video streaming dan hal lainnya dengan berlebihan dan terus menerus. Hal ini jelas mengganggu terhadap koneksi bersama, dan merugikan pengguna lain yang juga membayar tagihan dengan nominal yang sama, namun penggunaannya berbeda.

    “Hal ini dapat mengganggu kualitas layanan dan kenyamanan bagi pengguna lain yang membayar dengan tarif yang sama. Untuk itulah perlunya ada FUP agar terdapat keadilan bagi konsumen yang memanfaatkan internet secara wajar,” tambah Arif.

    Untuk meredakan amarah pelanggan, Telkom kembali menjelaskan bahwa layanan atau ketentuan FUP yang ditawarkan operator telpon kabel utama di Indonesia tersebut dinilai memiliki kelebihan dibandingkan layanan dari operator lain. Pasalnya, batas yang diberikan untuk pengguna dengan kecepatan 10 Mbps, fair usage yang diberikan mencapai 300 GB. Kuota sebesar ini dinilai cukup untuk dipakai menonton video hingga 1800 jam lamanya dengan kualitas normal, atau sekitar 1200 video dengan durasi yang standar. Setelah melebihi batas 300GB ini, maka kecepatan akan dikurangi sebesar 75% menjadi 7,5 Mbps saja. Dan setelah melewati batas 400 GB, akan kembali diturunkan hingga 40%. Telkom mengklaim bahwa batas penggunaan ini sangat cukup dan pas untuk pengguna rumahan.

    “Hampir 99% pelanggan IndiHome tidak akan terpengaruh dari penerapan FUP ini karena berdasarkan data, rata-rata konsumsi bandwidth pelanggan tersebut di bawah 300 GB. Telkom senantiasa memberikan yang terbaik bagi pelanggan dengan selalu berupaya menjaga kualitas layanannya”, pungkas Arif.

    Memang benar, bahwa penerapan kebijakan ini akan membatasi para heavy user. Dan tentunya akan memberikan keuntungan bagi mereka yang memakai internet dalam batas waktu dan kapasitas yang wajar. Namun adakah batas wajar dalam pemakaian internet? Dan bagaimanakah menilai dan mengukur batas wajar tersebut?

    Bukankah batas wajar penggunaan itu bisa dinilai dari kebutuhan pengguna. Jika memakai layanan IndiHome dengan kecepatan dibawah 5 Mbps dinilai cukup misalnya untuk sebagian pengguna, kenapa tidak diterapkan saja pilihan speed 7,5 Mbps dan 5 Mbps. Toh itu yang dibutuhkan pengguna ‘normal’ yang disebutkan di sini bukan?

    Meskipun memang ketentuan ini diberlakukan untuk melindungi konsumen dengan titel ‘normal user’, tetap saja pengguna lain akan protes. Mereka akan merasa ditipu dan dbatasi, dan ketika manusia merasa dibatasi, maka mereka akan berontak. Selanjutnya, Telkom mungkin hanya perlu memberikan penjelasan yang lebih mendalam, dengan melakukan kampanye dan sosialisasi yang lebih jelas dan lebih baik kepada pengguna. Atau mungkin merombak kembali layanan mereka dengan memberikan pilihan yang lebih pro-user dibandingkan melakukan pembatasan yang membuat gerah para netizen.

    Setidaknya, itulah rangkuman dari beberapa komentar dan respon netizen terhadap pemberlakuan ketetapan baru ini, yang mereka utarakan melalui sebuah postingan Telkom di akun Facebook resmi Telkom. Sebelum ini, Telkom juga sempat membuat sebagian pengguna geram dengan memblokir layanan Netflix pada jaringan mereka.

    Internet Telkom Telkom IndiHome
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Ade Yayat Priyatna
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Penulis lepas, traveler dan penyuka Komik

    Related Posts

    5 Cara Mengatasi HP yang Tidak Bisa Mengakses Internet

    20 Maret 2024

    Cara Menyimpan Kuota agar Tidak Hangus Tanp Harus Mengisi Pulsa

    23 Februari 2024

    Sambut Event 11.11, Shopee Tawarkan Voucher Makan Rp1 dan Ribuan Voucher Promo ShopeePay

    6 November 2020
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.