Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Teknologi»Sosial Media»Setelah Line, Giliran WhatsApp Kena ‘Semprot’ Kominfo Terkait Emoticon LGBT
    Sosial Media

    Setelah Line, Giliran WhatsApp Kena ‘Semprot’ Kominfo Terkait Emoticon LGBT

    Ade Yayat PriyatnaAde Yayat Priyatna11 Februari 20160
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    WhatsApp
    WhatsApp

    RANCAH POST – Anda mungkin sudah tahu, bahwa belakangan ini, aplikasi perpesanan instan dan chating, Line baru saja kena teguran dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Keminfo) terkait kemunculand dari sticker beraroma Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

    Nah, setelah Line, kini giliran WhatsApp yang kena teguran terkait masalah LGBT ini. karena WhatsApp juga rupanya telah menyediakan sejumlah sticker berbau LGBT untuk para penggunanya.

    Di kancah global, LGBT mungkin memang sedang disosialisasikan agar tidak dikucilkan dan dapat diterima masyarakat. Namun lain halnya di Indonesia, dimana adat ketimuran masih sangat kuat melekat di masyarakat. Masyarakat Indonesia tidak ingin tercampuri dengan kebudayaan-kebudayaan serupa LGBT ini dan khawatir jika lingkungan mereka terpengaruh. Hal inilah yang dijadikan dasar oleh Negara untuk mengambil langkah tegas terhadap penyedia layanan jejaring social dan aplikasi cahtting dan telekomunikasi lainnya, agar tidak lagi menampilkan budaya yang dianggap menyimpang ini.

    Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ismail Cawidu menegaskan, bahwa tidak perduli kampanye apa yang dibawa, setiap layanan internet, perpesanan instan dan aplikasi yang masuk ke Indonesia, diwajibkan untuk mengikuti dan mematuhi setiap peraturan dan keputusan yang ada di Indonesia.

    “Kepada WhatsApp pun demikian. kami akan segera menghubungi pihak WhatsApp agar melakukan hal yg sama (seperti yang dilakukan Line-red.),” ujar Ismail di depan media.

    Sebelum ini. Layanan perpesannan instan Line juga sempat disoroti setelah beberapa pihak melaporkan mereka kepada Keminfo, terkait keberadaan dari dua sticker bermuatan konten LGBT dengan judul ‘Love is Lobe’ dan ‘Enjoy Gay Life’. Kedua sticker ini dijual seharga 50 koin Line yang bisa dibeli dengan biaya Rp13 ribuan.

    Banyaknya respon dari netizen akan laporan ini kemudian membuat Keminfo lebih cepat dalam mengambil tindakan tegas. Tapi pihak Keminfo sendiri mengaku kagum dan memberikan apresiasi kepada pihak Line Indonesia, yang bersedia mengambil langkah cepat dalam menanggapi masalah ini.

    “Pada saat ini sudah difilter oleh pihak Line sehingga sudah tidak dapat dibuka di region Indonesia. Hasil koordinasi kami dengan perwakilan Line di Jakarta dijelaskan bahwa secara umum Line di satu sisi sangat menghargai kreator dari manapun termasuk dari Indonesia, namun Line juga sangat memahami norma, adat dan agama yg berlaku di Indonesia,” jelas Ismail.

    “Kominfo memberikan apresiasi kepada pihak Line di Indonesia atas pengertian dan kebijakannya dalam menyikapi hal-hal yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya kekhawatiran kaum ibu terhadap anak-anak atas adanya pengaruh negatif dari beredarnya stiker semacam LGBT tersebut,” tambahnya.

    Sticker LGBT di Line
    Sticker LGBT di Line
    Sticker LGBT di WhatsApp
    Sticker LGBT di WhatsApp

    Jika melihat kondisi saat ini, maka tidak mustahil jika Kominfo juga akan mulai menyisir berbagai layanan pesan instan dan social media lainnya untuk mengatasi masalah adanya kampanye LGBT di layanan mereka tersebut. Maka kita nantikan saja keadilan dan ke-totalan dari tindakan tegas Keminfo ini.

    Apps Internet Kemenkominfo Line Software WhatsApp
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Ade Yayat Priyatna
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Penulis lepas, traveler dan penyuka Komik

    Related Posts

    WhatsApp Group Message History, Gak Ada Lagi FOMO di Grup!

    23 Februari 2026

    7 Aplikasi Buat Stiker WA yang Mudah Digunakan dan Gratis

    14 Januari 2026

    3 Cara Mematikan Data Seluler WA di HP Samsung

    1 November 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.