Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Jabar»Derita Balita di Pangandaran, dari Gizi Buruk Hingga Cacat Bawaan
    Berita Jabar

    Derita Balita di Pangandaran, dari Gizi Buruk Hingga Cacat Bawaan

    Toni FaturokhmanToni Faturokhman22 Januari 20160
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Balita Gizi Buruk
    Balita Gizi Buruk

    BERITA PANGANDARAN, RANCAH POST – Gizi buruk di Pangandaran mulai mengkhawatirkan dan perlu perhatian semua pihak. Dari data yang dilansir Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, sedikitnya 48 balita menderita gizi buruk. Ke-48 balita dengan gizi buruk tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

    Tercatat, 1 balita di Langkaplancar, 5 balita di Cimerak, 7 balita di Cigugur, 1 balita di Cijulang, 8 balita di Parigi, 5 balita di Sidamulih, 5 balita di Pangandaran, 7 balita di Kalipucang, 8 balita di Padaherang, dan 1 balita ada di Mangunjaya.

    Tak hanya itu, 12 balita dari ke-48 balita penderita gizi buruk tersebut mengidap penyakit lain seperti penyakit jantung, pnemonia, epilepsi, bibir sumbing, dan cacat bawaan lainnya. Hal ini diutarakan Dede Saeful Uyun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, didampingi Tini Supriatiningsih, Kepala Binkemas Dinkes Kabupaten Pangandaran.

    Dari penjelasan Tini, Dinkes Pangandaran telah melakukan berbagai upaya untuk mengangani balita penderita gizi buruk tersebut. Di antaranya dengan PMT (pemberian makanan tambahan), pemberian susu dan biskuit selama 3 bulan.

    Masih menurut Tini, peran lingkungan dan keluarga amat penting dalam mecegah terjadinya gizi buruk. Namun demikian, Tini sangat menyayangkan peran keluarga dan lingkungan yang kurang tanggap dengan Posyandu.

    “Di Pangandaran, partisipasi masyarakat terhadap Posyandu baru 70 persen. Artinya, 30 persen warga Pangandaran lainnya jarang atau bahkan tidak sama sekali pergi ke Posyandu,” ucapnya.

    Berita Pangandaran Gizi Buruk Pangandaran
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Toni Faturokhman
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Pangandaran Diguncang Gempa M 5,5, Tak Berpotensi Tsunami

    28 Desember 2023

    3 Kafe di Kampung Turis Pangandaran Ludes Terbakar, Inikah Penyebabnya?

    31 Agustus 2023

    Kasus Moge Tabrak Anak Kembar di Pangandaran, 2 Pengendara Divonis 4 Bulan Penjara

    7 Juli 2022
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.