RANCAH POSTTahukah Anda, pemain di pasar chipset tampaknya akan bertambah setelah LG benar-banar terjun di bisnis prosesor mobile. Dan tampaknya mereka kini sudah mulai serius, dengan beredarnya kabar yang mengatakan bahwa perusahaan asal Korea tersebut telah mengembangkan generasi kedua dari prosesor Nuclun (brand chipset LG) dengan nama Nuclun 2.

Kabar ini sejatinya bukanlah informasi baru. Karena sejak bulan Agustus lalu, Nuclun 2 sudah banyak dibicarakan. Namun entah mengapa, hingga saat ini masih belum ada satuun handset yang dirilis LG dengan dukungan chipset Nuclun 2 ini.

Setidaknya hingga hari ini, karena baru saja sebuah rumor yang berasal dari China mengabarkan bahwa LG tengah bersiap untuk memasarkan ponsel pertama dengan chipset Nuclun 2 yang tidak lain adalah penerus dari handset LG V10. Salah satu ponsel high-end LG yang mengusung dua layar sekaligus. Namun sekali lagi, karena ponsel ini tidak akan hadir dalam waktu dekat, besar kemungkinan bahwa kita baru akan melihat prosesor Nuclun 2 pada paruh kedua tahun 2016 mendatang.

Sayangnya, chip ini dikatakan tidak akan tertanam di handset LG G5. karena Prosesor Nuclun 2 dinilai belum terlalu siap untuk memacu ponsel andalan berlabel flagship. Meski demikian, Nuclun 2 diklaim memiliki kinerja lebih baik dibandingkan HiSilicon Kirin 950 buatan Huawei.

Nuclun 2 sendiri dibangun dengan proses 16nm dar TSMC dan menggunakan CPU Cortex-A57 yang dikenal baik dalam performa, yang dikombinasikan dengan Cortex-A53 yang dikenal cukup hemat daya.

Selain dari Nuclun 2, LG juga dikatakan tengah mengembangkan prosesor Nuclun 3. Generasi ke-3 ini diklaim lebih baik kinerjanya, dan mampu bersaing dengan prosesor yang lebih mapan seperti Exynos 8890 andalan Samsung. Meski demikian, chip ini belum akan dirilis dalam waktu dekat. Yang artinya masih butuh waktu lama hingga ia muncul ke permukaan. Sedikit aneh memang, jika ponsel ini ingin menyaingi Samsung Exynos 8890, namun pada prakteknya ia malah bersaing dengan penerusnya yang justru lebih tangguh.

Share.

Leave A Reply