Minggu, 31 Mei 2020
Beranda Berita Berita Nasional Jelang Eksekusi Mati, Regu Tembak dan Ambulans Sudah Siap di Nusakambangan

Jelang Eksekusi Mati, Regu Tembak dan Ambulans Sudah Siap di Nusakambangan

RANCAH POST – Tidak seperti pelaksanaan eksekusi mati pada Januari 2015 lalu. Untuk kali ini, Kejagung tidak mengumumkan waktu dan tanggal eksekusi terpidana mati, alasannya demi keamanan dan kelancaran proses tersebut. Namun, faktanya sejak Jumat (24/04/2015) malam, 9 terpidana mati sudah berada di ruangan isolasi di Lapas Nusakambangan.

Jika melihat dari pelaksanaan eksekusi mati gelombang pertama, maka eksekusi mati akan dilaksanakan 72 jam sejak para terpidana menghuni ruangan isolasi. Tanda-tanda akan dilangsungkannya eksekusi mati pun semakin terasa saat jaksa memberi batas kesempatan pihak keluarga untuk bertemu dengan para terpidana mati hingga malam ini.

Tony Spontana selaku Kapuspenkum Kejagung katakan, “Untuk sekarang ini sudah memasuki tahap masa-masa tenang untuk pelaksanaan eksekusi yang akan digelar pada pekan ini. Kini pihak keluarga terpidana diberi kesempatan bertemu hingga pukul 20.00 WIB kalau saya tidak salah,” Selasa (28/04/2015).

Mendekatnya pelaksanaan eksekusi mati semakin kuat ketika Tony menyebut bahwa tim eksekutor dan ambulans telah menyeberang ke lokasi, yaitu Pulau Nusakambangan. Tony juga pastikan 9 terpidana mati dalam keadaan sehat.

Tony tambahkan, “Sejumlah petugas jaksa, regu tembak serta ambulans sudah berangkat ke lokasi. Mudah-mudahan sudah dekat waktunya. 9 terpidana mati hingga hari ini dipastikan semuanya sehat, tidak masalah.”

Sebelumnya, Tony mengungkapkan bahwa pihak Kejaksaan tidak akan memberitahukan waktu dan tanggal digelarnya eksekusi mati. Namun, berita mengenai pelaksanaan eksekusi mati kini sudah terlanjur mencuat usai pihak Kejaksaan melakukan pertemuan bersama perwakilan duta besar negara-negara terpidana mati Sabtu (24/04/2015) lalu. Usai dilakukan pertemuan, salah satu kuasa hukum terpidana mati membocorkan bahwa pelaksanaan eksekusi biasanya dilakukan 72 jam usai pemberitahuan.

Namun Jaksa Agung HM Prasetyo tegaskan, “Kalau belum dengar dari saya langsung, jangan sebut dipastikan hari Selasa‎,” Senin (27/04/2015) kemarin.

Mulanya, Pihak Kejaksaan menyebut ada 10 terpidana mati yang akan menjalanu hukuman mati. Namun salah satu terpidana, yaitu Serge Areski Atlaoui WN Prancis, mengajukan gugatan atas penolakan grasi ke PTUN. Pada akhirnya, eksekusi Serge resmi ditunda hingga putusan PTUN dikeluarkan. Jaksa pun merilis 9 terpidana mati yang akan berhadapan dengan eksekutor hukuman mati.

Sembilan terpidana mati yang akan dieksekusi pada pekan ini yaitu, Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina), Myuran Sukumaran (WN Australia), Andrew Chan (WN Australia), Martin Anderson (WN Nigeria), Raheem Agbaje (WN Nigeria), Zainal Abidin (WN Indonesia) Rodrigo Gularte (WN ‎Brazil), Sylvester Obiekwe Nwolise (WN Nigeria), Okwudili Oyatanze (WN Nigeria).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

106,639FansSuka
1,818PengikutMengikuti
1,266PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan
x