Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Ternyata Tembakau Indonesia Mampu Cegah Virus Ebola
    Kesehatan

    Ternyata Tembakau Indonesia Mampu Cegah Virus Ebola

    Maylani Tri HutamiMaylani Tri Hutami25 Agustus 20140
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Tembakau
    Tembakau

    RANCAH POST – Berbicara tentang penyakit Virus Ebola memang mengerikan, tapi ternyata di tanah Nusantara ini terdapat cara ampuh mencegah virus mematikan tersebut. Yaitu tembakau, menurut Prof. Sutiman (Guru Besar Bio Cell Universitas Brawijaya) mengatakan tembakau Indonesia bisa menangkal virus Ebola. Berdasarkan catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dari 1.716 kasus yang terkena virus ebola, 1.350 penderita di antaranya meninggal.

    “Virus ebola itu memang mirip penyakit HIV/AIDS yang masih belum ditemukan obatnya. Namun, untuk mencegah virus tersebut tidak sampai meluas, sebenarnya cukup mudah, yakni dengan tembakau yang diolah menjadi vaksin,” kata Prof Sutiman di Malang, Senin (25/8).

    Menurut dia, virus Ebola menular lewat kontak badan atau ludah dan bisa merusak sistem peredaran darah hingga pembuluh darah pecah. Gejala serangan virus ebola pada seseorang, kata dia, di antaranya ditandai dengan badan terasa panas selama dua hari hingga tiga pekan, tenggorokan sakit, otot linu-linu, kepala pening, muntah-muntah, dan diare.

    Serangan virus ebola tersebut, kata pendiri Rumah Sehat dengan terapi rokok itu, bisa mengakibatkan fungsi hati dan ginjal menurun dan darah keluar dari kulit. Warga meninggal akibat virus ebola tersebut banyak terjadi di Afrika Barat, Brinee, Gunea Sierre Leone, Liberia, Negeria, dan sejumlah negara di Benua Afrika.

    “Kalau melihat kondisi itu, kan sangat mengerikan, apalagi obatnya belum ada dan belum ditemukan,” ujarnya.

    Sutiman menjelaskan tembakau memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Hal itu sudah diketahui sejak pertama kali ditemukan di Amerika Serikat. Orang-orang Eropa membawa tembakau Amerika itu ke Eropa untuk dibuat obat sejak 1500 M hingga sekarang.

    Menurut dia, selain dipakai untuk mengobati beberapa jenis penyakit, tembakau juga bisa dibuat vaksin untuk mencegah virus ebola. Khusus virus ebola di dalam tanaman tembakau tersebut ada tobacco muzaic virus dan itu bisa disisipi gen antibodi untuk antiebola. Jadi, kata dia, tanaman tembakau tersebut bisa memproduksi vaksin antiebola.

    “Oleh karena itu, kalau kami dari Universitas Brawijaya (UB) Malang ini dipercaya dan ditunjuk membuat vaksin tersebut, sangat siap,” tegasnya.

    Hanya saja, kata Sutiman, untuk mengembangkan vaksin tersebut di pasaran sangat sulit karena persoalannya sangat kompleks meski dirinya yakin jika di balik kehebohan virus Ebola itu akan muncul vaksin baru, seperti vaksin meningitis yang sebelumnya juga ramai menjadi perbincangan ketika menjelang musim haji beberapa tahun lalu.

    Menurut dia, Indonesia selalu menjadi pasar potensial untuk vaksin virus Ebola itu. “Bayangkan, berapa juta orang yang harus divaksin, nah, itu kan binis, padahal untuk membuat vaksinnya sangat mudah dan bahan bakunya dari tembakau yang tumbuh subur di Indonesia,” katanya.

    Oleh karena itu, dia meminta semua pihak, terutama pemerintah, tidak mudah termakan kampanye global yang bisa memusnahkan kekayaan hayati tembakau di Indonesia karena Indonesia memiliki varietas tembakau yang jenisnya banyak dan tidak dimiliki di belahan dunia lain.

    Ada jenis tembakau Indonesia yang tidak bisa hidup di daerah lain, seperti tembakau Madura, Jember, dan tembakau Temanggung. Berdasarkan kondisi tersebut, wajar bila Belanda sangat senang saat menjajah Indonesia sebab tembakau yang aslinya berasal dari Amerika Serikat, lalu dibawa ke Eropa itu sudah bisa dijadikan obat sejak tahun 1500 M.

    “Kondisi jangka panjang dan dampak luasnya ini yang mestinya dipelajari agar tidak sampai merugikan negara, seperti yang sudah kita alami pada minyak kelapa,” katanya.

    Ia menegaskan, “Jadi, kampanye terkait dengan tembakau ini jangan ‘ngawur’, apalagi sampai memusnahkannya karena mematuhi ketentuan tar dan nikotin dunia yang sebenarnya hanya dilatarbelakangi persaingan bisnis semata.”

    Kesehatan Tembakau Virus Ebola
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Maylani Tri Hutami
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Fashionista, modist, suka menulis terutama tentang selebriti, musik dan fashion.

    Related Posts

    Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Kulit Pada Lansia

    29 Maret 2024

    6 Aplikasi Kebugaran Gratis untuk Smartphone Android

    19 Juni 2023

    7 Suplemen Penurun Kolesterol di Apotik, Aman Dikonsumsi Setiap Hari

    5 Januari 2023
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.