RANCAH POST – Jerman diprediksi akan bekerja keras kala menghadapi Argentina di laga final Piala Dunia 2014. Tim Tangos sampai saat ini terbukti dalam statistik jadi tim yang sulit ditembus pertahanannya.

Jerman dan Argentina akan saling berhadapan di Estadio Maracana, Senin (14/7/2014) dinihari WIB mendatang untuk menentukan pemilik gelar terbaik di dunia. Menatap partai ini, Der Panzer dalam posisi diunggulkan menyusul kemenangan meyakinkan 7-1 atas tuan rumah Brasil di semifinal.

Meski diunggulkan, jelas tak ada jaminan bagi Thomas Mueller dkk. untuk bakal menjalani laga dengan mudah. Kenyataannya Argentina punya pertahanan yang tangguh.

Anak asuh Alejandro Sabella sejauh ini cuma kebobolan tiga gol dari enam laga yang dilalui. Mereka menempati urutan ketiga soal kemasukan di belakang Kosta Rika (2) dan Prancis (3) yang sama-sama hanya bermain lima kali. Sedangkan Jerman sudah kebobolan empat kali.

Kukuhnya Argentina saat bertahan juga tampak dalam dua laga terakhirnya. Saat menghadapi Belgia di perempatfinal, Lionel Messi dkk. cuma membiarkan lawan mencatatkan satu tembakan ke gawang dari total 10 upaya. Begitu halnya saat melawan Belanda di semifinal, yang cuma dibiarkan mengarahkan satu tendangan on target dari tujuh kesempatan.

Belum lagi jika melihat catatan statistik bahwa tim ‘Tango’ punya rata-rata tekel sukses 21,7 per laga, unggul jauh dari Jerman yang hanya 18,8 per laga.

“Ini akan jadi laga yang berbeda dibandingkan semifinal (kontra Brasil). Mereka bertahan dengan garis pertahanan yang dalam, hanya menyisakan sedikit ruang untuk dimanfaatkan, lalu menunggu Messi untuk menunjukkan momen ajaib,” kata manajer tim Oliver Bierhoff.

“Mereka tampil keras, memainkan sepakbola yang mengandalkan fisik, dan agresif yang artinya kami tak boleh jauh-jauh dari filosofi sepakbola kami dan harus fokus ke apa yang harus kami lakukan.”

“Kami harus menampilkan permainan kami sendiri, bekerja lebih keras, dan tidak memberikan mereka ruang yang mereka butuhkan,” demikian dia di situs resmi FIFA.

Share.

Leave A Reply