RANCAH POST – Prancis dan Ekuador akan bertemu pada Laga pamungkas penyisihan Grup E Piala Dunia 2014, Kamis (26/6/2014) pukul 03.00 WIB, Prancis difavoritkan akan meraih kemenangan dengan selisih hingga tiga gol.

Tiket lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2014 dengan status juara grup Grup E yang hampir pasti dalam genggaman tidak membuat Prancis terpuaskan begitu saja.

Ya, meski baru melalui dua laga dan mengoleksi enam poin di papan klasemen, skuat berjuluk Les Bleus itu hampir pasti tak terbendung lolos ke babak 16 besar sebagai pemuncak grup.

Prancis meraup enam poin dan bertakhta di puncak daftar perolehan angka, unggul tiga angka atas dua pesaing terdekatnya, Ekuador dan Swiss. Keuntungan lainnya, Karim Benzema dkk. unggul selisih gol hingga enam gol atas dua rivalnya di Grup E itu di mana hanya keajaiban yang bakal membuat anak asuh Didier Deschamps tergusur dari posisinya.

Namun fakta itu tidak bakal membuat Prancis mengendurkan uratnya dalam permusuhan melawan Ekuador di laga pamungkas Grup E, Kamis (26/6) dini hari WIB.

Sebaliknya, Les Bleus akan mengusung totalitas yang sama seperti dalam dua laga sebelumnya ketika menghancurkan Honduras dan Swiss. Bukan apa-apa, tim unggulan di Grup E itu sejak lama mengincar kesempurnaan yang membuat mereka layak dilabeli sebagai tim bintang lima.

Kemenangan atas Ekuador akan membuat skuat Didier Deschamps memenangi seluruh laganya di babak grup di mana catatan emas itu pernah mereka ukir pada Piala Dunia 1998.

Sejarah di mana mereka tampil sebagai juara di ajang Piala Dunia 16 tahun silam itu bakal semakin memotivasi tim Ayam Jantan, sebutan lain Prancis, untuk tidak sedikit pun memberikan ruang perlawanan kepada skuat La tri, sebutan Ekuador.

Di sisi lain, Ekuador justru harus tampil habis-habisan untuk memperjungkan satu tiket tersisa ke babak 16 besar dari Grup E saat menantang Prancis.

Antonio Valencia dkk. mempunyai nilai yang sama dengan Swiss di papan klasemen, namun lebih baik dalam hal catatan gol. Ekuador memasukkan dan kebobolan jumlah gol yang sama, dan mereka tidak memiliki defisit gol, sedangkan Swiss mencatat minus dua gol.

Dengan statistik itu, Ekuador akan mendampingi Prancis ke fase knockout asalkan Swiss tidak meraih kemenangan, atau bahkan kalah dengan skor yang lebih baik dibandingkan La Tri.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, diprediksi bakal melakukan rotasi terkait persiapan menyambut babak 16 besar yang diyakini semakin berat. Namun manajer berusia 45 tahun itu sejak awal tidak akan gegaah dalam meladeni Ekuador.

“Siapa yang berpikir Kosta Rika akan memiliki enam poin, dengan grup di mana mereka berada [melawan Uruguay, Italia, dan Inggris]? Tidak ada,” ujar Deschamps dilansir abcnews.go.com, Selasa (24/6).

“Saya juga menyaksikan pertarungan Belanda melawan Australia dan yang terjadi tidak semudah yang diperkirakan. Tim-tim lain melakukan hal bagus di sini, bukan hanya kami,” lanjutnya.

Prancis menggilas Honduras tiga gol tanpa balas di laga perdana Grup E dan menghancurkan Swiss 5-2 dalam pertandingan kedua, pekan lalu. Dengan performa impresif itu pula, striker Prancis, Karim Benzema, sesumbar bakal menjadikan Ekuador sebagai sasaran pembantaian berikutnya.

“Kami sangat puas dengan hasil dalam dua laga sebelumnya [melawan Honduras dan Swiss] dan akan berjuang mengulanginya ketika melawan Ekuador,” kata Benzema.

Gelandang Ekuador,  Frickson Erazo, mengungkapkan timnya tak bakal menyerah terlepas dari kans mengalahkan Prancis yang sangat tipis. “Apa yang berada di hadapan kami tidak menunjukkan apa pun selain bahwa tim ini harus bekerja dengan sangat baik,” kata Erazo.

Share.

Leave A Reply