RANCAH POST – Pertandingan antara Meksiko vs Kroasia sulit ditentukan siapa yang akan memenangkan lanjutan laga penyisihan Grup A Piala Dunia 2014 tersebut. Mereka mempunyai kedalaman skuad yang tidak jauh berbeda, Meski demikian sejumlah pihak menilai Meksiko bakal menang tipis atas Kroasia pada Selasa (24/6.2014) pukul 03.00 WIB dini hari.

banyak yang mengunggulkan Meksiko menang atas Kroasia. Tim asal Benua Amerika ini diperkirakan akan mengalahkan Kroasia dengan skor tipis 2-1.

Kroasia dan Meksiko akan memperlakukan pertarungan kedua tim di Stadion Arena Pernambuco, Recife, Selasa (24/6/2014) pukul 03.00 WIB, seperti sebuah laga final.

Maklum, pertandingan terakhir di putaran Grup A tersebut bakal menentukan siapakah yang berhak lolos ke babak 16 besar. Bukan hanya bagi Kroasia dan Meksiko, bentrok di Recife juga bisa mempengaruhi posisi nasib tuan rumah Brasil yang dalam waktu hampir besamaan meladeni Kamerun di Estadio Nacional de Brasilia, Brasilia.

Dalam laga hidup-mati tersebut, Kroasia dan Meksiko bakal kembali meminta pertolongan pemain andalan masing-masing yang beraksi bak super hero (pahlawan super) dalam laga sebelumnya. Kroasia bersama striker Mario Mandzukic, sementara Meksiko dengan kiper Guillermo Ochoa.

Setelah absen dalam laga perdana melawan Brasil karena sanksi, Mandzukic menjadi super hero bagi kemenangan Kroasia membantai 10 pemain Kamerun dengan skor 4-0 di laga kedua Grup A. Striker Bayern Munich tersebut menumpahkan energinya untuk merobek gawang Kamerun dua gol.

Sementara Ochoa tak kalah menampilkan aksi heroik ketika timnya menahan imbang Brasil dengan skor 0-0 di laga kedua Grup A. Kiper berambut kribo tersebut sedikitnya melakukan empat kali penyelamatan brilian, termasuk ketika menahan sundulan geledek Neymar di babak pertama.

Oleh beberapa media, aksi brilian Ochoa itu disandingkan dengan penampilan kiper Inggris, Gordon Bank, ketika menghentikan tembakan legenda Brasil, Pele, pada 1970. Ochoa pun mencuri perhatian ketika timnya menang tipis 1-0 atas Kamerun di laga perdana.

“Masih ada ruang untuk berkembang,” ujar Mandzukic yang diharapkan pendukungnya bisa menodai keperawanan gawang Ochoa di Piala Dunia 2014, seperti dilansir Yahoosports, Minggu (22/6).

Secara matematis, El Tri, julukan Meksiko, sebenarnya hanya butuh hasil imbang, minimal dengan skor 0-0, untuk memastikan diri lolos ke babak 16 besar. Namun pelatih El Tri, Miguel Herrera, mengintruksikan timnya tetap memburu kemenangan di Recife, meski dengan skor tipis 1-0. Toh, Spanyol juga mencatatkan skor 1-0 dalam empat laga beruntun di fase knock-out ketika menjuarai Piala Dunia 2010.

“Jika Anda menang 1-0, Anda [sudah bisa] move on [lolos]. Kami tidak memikirkan itu [hasil imbang]. Atensi kami untuk menang. Jika Anda berpikir seperti itu [mencari hasil imbang] ketika memasuki laga, maka Anda akan kalah,” urai Herrera.

Hanya kalah sebiji poin di peringkat ketiga klasemen Grup A dari Brasil dan Meksiko, Vatreni, julukan Kroasia, tetap optimistis bisa menaklukkan Meksiko agar lolos ke babak 16 besar. Namun tim polesan Niko Kovac ini tidak boleh semata-mata bergantung kepada Mandzukic dan pemain-pemain tipe menyerang, seperti Luka Modric. Kovac juga wajib memikirkan barisan pertahanan timnya yang bakal mendapat ujian dari sederet bomber El Tri, seperti Giovani dos Santos, Oribe Peralta, dan Javier “Chicharito” Hernandez.

“Saya yakin, Anda akan menyaksikan ini adalah sebuah tim yang sangat, sangat, sangat bagus, meski bukan sempurna. Sangat agresif, energi penuh, bermain dengan vertikal. Mereka mampu menahan Brasil,” urai Kovac.

Share.

Leave A Reply