RANCAH POST – Laga Prancis vs Swiss dalam penyisihan Grup E akan dilaksanakan Sabtu (21/6/2014) pukul 02.00 WIB, pertandingan ini menentukan siapa yang bakal maju ke 16 besar.

Dua negara bertetangga, Prancis dan Swiss, bakal saling bunuh untuk memperebutkan posisi puncak klasemen Grup E ketika dipertemukan di Arena Fonte Nova, Salvador, Sabtu (21/6) pukul 02.00 WIB.

Dua tim Eropa tersebut merupakan unggulan di Grup E setelah memetik kemenangan pada laga perdana mereka masing-masing. Les Bleus, julukan Prancis, moncer dengan kemenangan 3-0 atas Honduras yang bermain dengan 10 orang pemain di babak kedua. Sementara La Nati, julukan Swiss, membungkam Ekuador 2-1.

Tak pelak, pertemuan kedua tim di Salvador nanti bakal ikut menentukan siapakah tim yang bakal finis teratas di klasemen akhir grup. Perburuan tempat terhormat di puncak klasemen Grup E sangat diperlukan demi menghindari lawan yang lebih berat di babak 16 besar.

Sebab sesuai hasil undian, apabila Prancis atau Swiss finis sebagai runner-up Grup E, mereka akan bertemu dengan juara Grup F yang berpotensi disandang tim mantan juara dunia, Argentina. Oleh karena itu, kedua tim tidak akan berpangku tangan. Prancis menunggu ledakan berikutnya dari seorang Karim Benzema untuk menundukkan Swiss.

Bomber Real Madrid tersebut tampil bombamtis dengan dua gol ke gawang Honduras. Satu gol lain Prancis ke gawang Honduras pun sebenarnya bisa tercatat atas nama Big Benz, julukan Benzema. Namun gol kedua Les Bleus itu akhirnya diklaim menjadi gol bunuh diri dari kiper Honduras, Noel Valladares, setelah wasit melakukan pengamatan lewat teknologi garis gawang (goal line technology).

Hanya, pelatih Prancis, Didier Deschamps, sepertinya tidak suka apabila Benzema menjadi sandaran bagi skuat Ayam Jantan, julukan lain Prancis. “Saya tidak ingin dia mulai berpikir dirinya dalam sebuah misi dan segalanya bergantung kepadanya. Itu tidak bagus. Semua orang percaya kepadanya, namun dia harus menjadi dirinya sendiri dan tidak berpikir dengan turunnya dia maka akan membuat sebuah perbedaan,” beber Deschamps, Kamis (19/6/2014).

Deschamps yang menjadi kapten Timnas Prancis ketika menjuarai Piala Dunia 1998 pun mewanti-wanti Swiss bukan lawan enteng. Bentrok di Salvador melawan pasukan Ottmar Hitzfeld akan lebih mengandalkan kejelian strategi untuk menentukan hasil akhir.

“Mereka tentu sangat berkomitmen, namun itu tidak seperti yang kami lakukan [melawan Honduras]. Barisan serang mereka [Swiss] sangat berbeda, dengan kualitas individu yang banyak, khususnya dengan pemain sayap yang sangat memengaruhi permainan,” ulas dia.

La Nati, julukan Swiss, yang dimotori pemain sayap seperti Xherdan Shaqiri, juga bisa mengandalkan pemuda berusia 22 tahun, Haris Seferovic, untuk menggempur pertahanan Les Bleus. Penyerang yang mengoleksi lima gol di Piala Dunia U-17/2009 itu mencetak gol dramatis penentu kemenangan ketika Swiss menundukkan Ekuador pada injury time kedua setelah turun dari bangku cadangan.

“Kami muda dan kami lapar. Mereka kuat dalam serangan, namun mungkin mereka lebih lemah untuk menyerang lebih banyak,” urai Seferovic.

Share.

Leave A Reply