RANCAH POST – AS desak Rusia untuk sudahi gerakan separatisme di Ukraina dengan membebaskan pengamat militer internasional yang disandera pemberontak pro-Rusia.

Menurut website pemerintah Ukraina, pemberontak di Slovyansk menculik 13 orang pengamat internasional yang tergabung dalam Organization for Security and Cooperation Eropa. Sandera tersebut terdiri dari 4 warga negara Jerman, sisanya berasal dari Ceko, Denmark, Polandia, dan Swedia.

AS bersama negara maju lainnya merespons secara agresif terhadap aksi separatis yang diduga didalangi oleh Rusia tersebut. Bahkan, kelompok G7 telah menyiapkan sanksi tambahan yang diharapkan dapat memberikan efek jera bagi Rusia.

“Aksi provokasi Rusia dengan menempatkan tentara militernya di perbatasan Ukraina dan dukungannya terhadap separatisme di Ukraina telah mengancam stabilitas, keamanan, dan persatuan Ukraina,” kata Menlu AS John Kerry di Washington, Sabtu (26/4/2014).

Rencananya, sanksi tambahan bagi Rusia tersebut akan menyasar individu yang memiliki pengaruh erat terhadap ekonomi Rusia, misalnya sektor perbankan dan energi.

Share.

Leave A Reply