Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»Stres Banyak Tekanan Tugas, Seorang Polisi Tembak Atasannya
    Berita Nasional

    Stres Banyak Tekanan Tugas, Seorang Polisi Tembak Atasannya

    I Nengah Susila YasaI Nengah Susila Yasa19 Maret 20140
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    polisi
    polisi

    RANCAH POST – Kasus penembakan Kepala Detasemen Markas (Kadenma) Polda Metro Jaya, AKBP Pamudji, oleh bawahannya, Brigadir Susanto, diduga karena stres karena menumpuknya tekanan dalam bertugas.

    Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, frustrasi akibat tekanan psikologi akan berdampak pada dua hal. Pertama, polisi gampang bunuh diri. Tren ini, kata Neta, meningkat dari tahun ke tahun.

    “Kedua, polisi gampang kalap dan emosional, serta gampang melepaskan tembakan, termasuk kepada rekannya atau atasannya. Kondisi ini perlu dicermati agar kasus polisi tembakan polisi atau polisi tembak atasan tidak terus berulang,” kata Neta, Rabu (19/3/2014).

    Kasus ini, nilai Neta, sangat mencederai situasi keamanan Jakarta yang cukup kondusif setelah tiga hari masa kampanye Pemilu 2014. Bila tahun lalu muncul tren penembakan misterius terhadap polisi, kini jutru polisi menembak polisi.

    “Kasus ini harus dituntaskan dengan cepat. Jika tidak dikhawatirkan akan menjadi tren, yakni anak buah yang emosional akan dengan gampang menembak atasannya,” ujarnya.

    Belajar dari kasus ini, Neta menyarankan agar Polri kembali mengevaluasi penggunaan senjata api di jajarannya. “Tes psikologi secara reguler terhadap polisi pemegang senjata api harus dilakukan dangan serius,” kata Neta. Tujuannya agar kasus polisi tembak atasan tidak terulang. Lebih-lebih di Jakarta sebagai barometer kamtibmas di Tanah Air.

    AKBP Pramudji Kasus Penembakan Nasional Penembakan Polisi Polisi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    I Nengah Susila Yasa
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    I am web designer, writer and traveler.

    Related Posts

    Panwaslu Rancah Bahas Strategi Pengawasan Kampanye dan Pemetaan TPS Rawan

    30 Januari 2024

    Update Korban Tewas Dalam Tabrakan Kereta Turangga vs Bandung Raya, Ini Identitasnya

    5 Januari 2024

    2 Kereta Api Tabrakan di Cicalengka Bandung, Gerbong Masuk Sawah

    5 Januari 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.