Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Internasional»Pembantai Pengungsi Palestina Kini Bersiap Temui Kematiannya
    Berita Internasional

    Pembantai Pengungsi Palestina Kini Bersiap Temui Kematiannya

    I Nengah Susila YasaI Nengah Susila Yasa6 Januari 20140
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    ariel sharon
    ariel sharon

    RANCAH POST – Mantan PM Israel Ariel Sharon terus memburuk dia sudah alami kondisi koma selama delapan tahun. Tetapi pihak rumah sakit yang merawatnya mengatakan, Sharon masih dalam kondisi buruk dan dihadapkan pada kematian.

    Pria berusia 85 tahun tersebut, menuai kontroversi sebagai otak pembantaian pengungsi Palestina di Lebanon pada 1982. Pembantaian Sabra dan Shatila itu, terjadi di Beirut ketika Israel melakukan invasi ke Lebanon.

    Politikus sayap kanan Israel tersebut jatuh koma sejak 2006 usai diserang stroke. Kini dirinya tinggal menunggu ajalnya di Rumah Sakit Tel Hashomer, Tel Aviv.

    “Kondisi Sharon masih dalam bahaya menghadapi kematian. Namun jantungnya masih terus bertahan lebih lama dari yang kami perkirakan,” ujar Direktur Rumah Sakit Sheba Medical Center Rumah Sakit Tel Hashomer, Zeev Rotstein. Senin (6/1/2014).

    “Pemeriksaan umum dari kami menunjukkan, tidak ada cara untuk melewati krisis ini. Saya makin pesimis melihat keadaannya saat ini. Organ-organ vitalnya tidak berfungsi sama sekali,” tutur Rotstein.

    Pihak rumah sakit mengatakan, ada jejak infeksi dalam darah Sharon. Namun pihak dokter tidak bisa melakukan cuci darah karena organ lainnya dalam kondisi memprihatinkan.

    Rotstein sepertinya sudah menyerah melakukan perawatan terhadap Sharon. Minggu 5 Januari 2014, dirinya menjelaskan bahwa fungsi organ Sharon terus menurun. Ketika ditanya mengenai apakah Sharon akan menemui ajalnya, Rotstein mengatakan, “Saya kira itu akan terjadi”.

    Ariel Sharon dikenal dengan sebutan “buldoser” oleh beberapa pihak di Israel. Dirinya terpilih sebagai Perdana Menteri Israel pada 2001 ketika berlangsung intifada kedua di Palestina.

    Internasional Mantan PM Israel Pengungsi Palestina
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    I Nengah Susila Yasa
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    I am web designer, writer and traveler.

    Related Posts

    Heboh Fenomena ‘Hujan Cacing’ di China, Faktanya?

    14 Maret 2023

    Momen Menyentuh Lionel Messi Cium Trofi Piala Dunia Untuk Pertama Kalinya

    19 Desember 2022

    Tragedi Halloween di Itaewon, Korban Tewas Bertambah Jadi 153 Orang

    31 Oktober 2022
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Vivo X300 Ultra Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya!

    5 April 2026

    Cek Spesifikasi dan Harga Xiaomi Redmi 15A Terbaru

    2 April 2026

    Cara Mendengarkan Musik Gratis di iPhone

    28 Maret 2026

    Command Latihan CS2 Terbaik di 2026

    27 Maret 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Oppo K15 Pro Plus Oppo K15 Pro Plus Rp8.499.000
    • Oppo K15 Pro Oppo K15 Pro Rp7.499.000
    • Poco X8 Pro Max Poco X8 Pro Max Rp7.999.000
    • Poco X8 Pro Poco X8 Pro Rp5.599.000
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.