Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Lifestyle»Kuliner»Rangginang Yang Selalu Dikenang
    Kuliner

    Rangginang Yang Selalu Dikenang

    Irpan HoerudinIrpan Hoerudin7 Oktober 20130
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    rengginangbsr
    rengginangbsr

    RANCAH POST – Rangginang adalah makanan sejenis kerupuk yang berbahan dasar beras ketan yang digoreng. Sebenarnya rangginang atau yang juga biasa disebut ranginang merupakan makanan yang terdapat di banyak tempat di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

    Rasa dan bentuknya mungkin berbeda di tempat-tempat tertentu, sesuai citarasa dan selera pembuatnya. Rangginang terkecil dapat berdiameter sekitar 3 cm, dan yang terbesar dapat mencapai 10 cm. Kini bahkan ada juga yang membuat ‘rangginang raksasa’ yang membuat tersenyum mereka yang melihatnya. Umumnya rangginang terbagi menjadi yang memiliki rasa manis atau rasa asin.

    Rangginang Ciamis adalalah kuliner tradisi yang disajikan di rumah ketika menjamu tamu atau pada saat ada event ‘kariaan’ semacam pernikahan, sunatan, dan lain-lain. Makanan ini dapat dinikmati langsung, dan kopi panas merupakan sahabat kental yang sangat cocok menemani kehadiran rangginang. Cara lain menikmati rangginang adalah dengan menjadikannya sebagai pelengkap makan nasi, karena sebenarnya secara umum termasuk kedalam keluarga kerupuk. Ada juga yang menjadikan rangginang sebagai alasan untuk tetap menyuapkan rujak pedas kedalam mulutnya dan rasanya -konon- tidak mengecewakan.

    Rangginang Ciamis biasanya memiliki rasa asin dan gurih, terasa renyah di mulut dan membuat ketagihan. Jika proses pembuatan kurang baik, rasa ranggingang yang dihasilkan mungkin kurang mantap, atau beras ketannya terasa keras sehingga menghentikan ‘proses penggilingan’ 🙂

    Rangginang dibuat dari beras ketan yang dibumbui dan ditanak setengah matang, lalu dikeringkan dan akhirnya digoreng. Komposisi bumbu akan tergantung pada pembuatnya, dan untuk rangginang asin tentunya membutuhkan garam, bawang putih dan lain-lainnya. Kadang ada juga yang menambahkan terasi sebagai aksen rasa rangginang. Rangginang manis tentu saja membutuhkan gula sebagai komponen bumbu yang utama.

    Proses memasak beras ketan tidak boleh sampai benar-benar masak, melainkan secukupnya saja. Bahan tersebut kemudian dicetak dengan ukuran yang dikehendaki. Pembuat rangginang rumahan di perkampungan Ciamis kadang menggunakan tangan saja untuk mereka bentuk rangginang, tetapi penggunaan cetakan sederahana dari bahan bambu juga dapat digunakan. Peralatan cetak di pabrik rangginang tentunya lebih canggih lagi.

    Bahan rangginang yang masih mentah ini kemudian disimpan diatas anyaman bambu berupa ‘nyiru’ atau tampah bundar, atau alat sejenisnya, untuk dijemur dibawah sinar matahari langsung hingga kering. Proses pengeringan harus benar-benar sempurna, agar ranggingang memiliki rasa ‘kriuk’ dan crunchy istimewa.

    Rangginang mentah yang sudah kering dapat langsung digoreng, atau dapat pula disimpan lebih dulu untuk jangka waktu tertentu. Bahan tersebut baru digoreng pada saat dibutuhkan. Rangginang harus ditiriskan dulu dari sisa minyak, agar tidak mengganggu di lidah pada saat dihantam gigi. Kenikmatan rangginang memang khas, dan buat orang Ciamis di perantauan, yang satu ini memang tidak tergantikan.

    Ranggingang dapat dikatakan sebagai metode masyarakat Ciamis, atau Jawa Barat pada umumnya untuk menyimpan cadangan pangan yang sudah diproses dan dapat diolah setiap saat dengan cara digoreng.

    Kehadiran makanan tradisi layak mendapat apresiasi, karena masyarakat sekarang makin menunjukkan pola hidup serba praktis dan cepat. Suguhan air minum yang dulu diolah mendadak pun sekarang cukup mengandalkan air mineral ukuran gelas. Makanan dan minuman yang ‘beribet’ dalam pengolahan dan penyajian mulai ditinggalkan, padahal di satu sisi kerepotan tersebut konon adalah sumber nilai memuliakan tamu.

    Ciamis Kuliner Makanan khas
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Irpan Hoerudin
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Spesialis deadline & headline news

    Related Posts

    Resep Olahan Daging Sapi Tanpa Santan yang Mudah dan Nikmat

    3 Agustus 2020

    Tips Agar Sate Kambing Empuk dan Tidak Bau

    31 Juli 2020

    6 Makanan Khas yang Tersaji Saat Idul Adha

    29 Juli 2020
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.