RANCAH POST – Xiaomi dilaporkan tengah mempersiapkan kehadiran smartphone terbaru dari segmen entry level melalui lini Redmi A-Series. Salah satu model yang diprediksi segera meluncur adalah Redmi A7 Pro, yang baru-baru ini terdeteksi dalam sejumlah basis data sertifikasi internasional.
Redmi A7 Pro tercatat telah lolos berbagai sertifikasi penting, mulai dari NTBC di Thailand, TDRA di Uni Emirat Arab, hingga TKDN di Indonesia.

Perangkat tersebut mengusung nomor model 25128RN17A dan diketahui masih mengandalkan konektivitas 4G LTE, sesuai dengan karakteristik ponsel di kelas entry level.
Pada laman TKDN, Redmi A7 Pro terdaftar berdampingan dengan Poco C81 yang memiliki nomor model 25128PC17G.
Seperti pola yang kerap diterapkan Xiaomi, kedua perangkat ini diyakini merupakan produk yang sama, namun dipasarkan dengan merek berbeda untuk segmen pengguna yang berbeda pula.
Redmi A7 Pro sendiri diposisikan sebagai penerus Redmi A5. Xiaomi tampaknya memilih untuk melewati penamaan seri A6 dan langsung melompat ke seri A7.
Hingga kini, masih belum ada informasi pasti apakah Xiaomi juga akan menghadirkan varian Redmi A7 reguler.
Bocoran sebelumnya yang bersumber dari database FCC mengungkap beberapa detail spesifikasi utama. Redmi A7 Pro dipastikan mengusung layar berukuran 6.9 inci dengan resolusi HD+.
Dari sisi performa, perangkat ini diperkirakan masih mengandalkan chipset Unisoc T7250 yang dikawinkan dengan RAM 4 GB dan pilihan penyimpanan internal 64 GB atau 128 GB.
Salah satu peningkatan paling signifikan terletak pada sektor daya, di mana kapasitas baterainya meningkat menjadi 6.000 mAh. Angka tersebut lebih besar dibandingkan baterai 5.200 mAh yang digunakan pada Redmi A5.
Di kelas entry level, penggunaan spesifikasi yang relatif serupa antar generasi memang menjadi hal yang umum. Meski begitu, peningkatan kapasitas baterai bisa menjadi nilai tambah yang cukup penting.
BACA JUGA: Xiaomi Luncurkan Redmi Turbo 5 Max, Dibekali Baterai 9.000 mAh
Terkait waktu peluncuran, kehadiran Redmi A7 Pro diperkirakan tidak akan memakan waktu lama. Mengingat generasi pendahulunya diperkenalkan pada Maret tahun lalu.
