Sosial Media, RANCAH POST – Beredar sebuah video yang memperlihatkan detik-detik terduga begal bersenjata celurit ditembak mati oleh polisi di Jalan Adirasa, Kalor Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Video tersebut ramai diunggah oleh sejumlah akun salah satunya akun Instagram @andreli_48 pada Senin, 14 Maret 2022.
Dalam video berdurasi singkat itu awalnya terlihat seorang pria mengenakan pakaian serba hitam dan memakai helm putih sedang berjalan diduga hendak menghampiri polisi sambil memegang senjata tajam.
Tak berselang lama, terdengar suara tembakan diduga sebagai tanda peringatan dari polisi. Akan tetapi, pria tersebut tak menghiraukannya dan tetap berjalan.
Ia tetap acuh meski tembakan peringatan itu diarahkan kepadanya berkali-kali. Sampai akhirnya terduga begal itu ambruk usai polisi memberikan tembakan terukur kepadanya.
Polisi berkapaian preman itu kembali menghujani tembakan dari jarak dekat usai pelaku tersungkur tak berdaya. Pelaku pun tampak terkapar di tengah jalan raya usai tubuhnya menerima tembakan secara bertubi-tubi.
Warga yang berada di lokasi kejadian pun tampak berlarian sambil menyaksikan dan merekam kejadian tersebut dari jarak yang cukup dekat.
Pelaku langsung dievakuasi ke RSUD Sumenep dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan. Video detik-detik begal ditembak mati di Sumenep itu langsung menuai beragam komentar dari warganet. Lihat videonya di sini.

Melansir iNews.id, tindakan tegas itu dilakukan oleh anggota tim Resmob Polres Sumenep karena terduga begal nekat mengancam korban dan petugas dengan celurit pada Minggu, 13 Maret 2022 sore.
Pelaku diketahui bernama Herman, (22), warga Gadu Timur, Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Saat itu ia hendak melakukan perampasan sepeda motor, dan korbannya adalah seorang wanita.
Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, tindakan tegas itu dilakukan karena korban sudah berteriak minta tolong.
Pelaku pun diminta untuk menyerahkan diri, namun ia malah maju mendekati polisi sambil menenteng celurit.
Polisi pun lantas memberikan tembakan terukur yang membuat Herman jatuh terkapar di tengah jalan dan meninggal dalam perjalan ke rumah sakit. Jenazah Herman kemudian dibawa pulang keluarga tanpa dilakukan autopsi.
Menurut Jalil yang merupakan kerabat pelaku, sejak sepekan terakhir pelaku memang terlihat berperilaku tidak seperti biasanya. Dia seperti terpengaruh minuman keras (miras).
Menurutnya sebelum kejadian tersebut, Herman keluar tanpa pamit sambil membawa sebuah celurit. Jalil mencoba mencegah dan memperingatkan Herman. Tapi Herman tetap berangkat.
BACA JUGA: Kronologi Dokter Sunardi Terduga Teroris Ditembak Mati Densus 88 di Sukoharjo
“Di rumah kemarin itu dia pegang celurit. Saya tegur tapi dia langsung pergi. Saya sudah pamit mau saya rantai, keluarga sudah sepakat,” ungkap Jalil ditemui di RSUD Sumenep.
