Berita Nasional, RANCAH POST – Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan tengah menjadi perbincangan setelah dirinya tega tutup akses jalan sebuah Rumah Tahfidz yang bersebelahan dengan rumahnya.

Hal tersebut pun membuat para santri yang akan masuk ke rumah tahfidz atau pergi ke masjid tidak bisa lagi menggunakan jalan tersebut karena sudah dibangun tembok setinggi 3 meter.

Kejadian ini diketahui terjadi di sekitar pekarangan Rumah Tahfidz Quran Nurul Jihad, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Sementara itu, oknum anggota DPRD Kabupaten Pangkep yang tutup akses jalan pintu belakang rumah tahfidz itu adalah H Amiruddin.

Melansir Tribunnews.com, akses jalan itu ditutup diduga karena oknum anggota DPRD tidak suka dan merasa terganggu atas aktivitas para santri.

Mengenai kejadian ini, warga pun telah melaporkannya kepada pemerintah setempat. Warga pun masih menunggu solusi dari pemerintah walau jalan tersebut sebenarnya adalah fasilitas umum (fasum).

Ketua RT 2, RW 5 Kelurahan Masale, Muh Ilyas Kunta mengatakan bahwa dirinya sudah menerima keluhan dari warganya soal akses jalan yang ditembok, tepatnya di Jl Ance Dg Ngoyo, Panakkukang, Makassar oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Pangkep.

Menurut Ilyas, sebelum gang itu ditembok telah terjadi perselisihan antar warga dengan H Amiruddin. Ia mengatakan Legislator PAN itu tidak menyukai ketika ada pihak yang melintas di depan rumahnya.

“Iya memang di situ buntu jalanannya, cuman rumah yang membelakangi gang itu juga punya pintu belakang. Jadi tidak bisa semena-mena tutup aksesnya orang, ini kan fasum,” kata Ilyas.

Wali Kota Makassar pun disebutkan juga telah menerima laporan terkait penutupan akses jalan itu.

Ilyas dan warga lain tenu menyayangkan atas aksi tersebut karena akses tersebut adalah akses para tahfidz ketika hendak ke masjid. Selain rumah tahfidz yang ditembok, pintu rumah warga lainnya juga tertutup tembok.

Kemudian, menurut Ketua LPM Masale Faisal Suyuti, Amiruddin tidak suka jalan di depan rumahnya dilewati para tahfidz walau tujuannya hendak ke masjid.

Parahnya, sempat terjadi insiden pengancaman yang dilakukan Amiruddin terhadap para tahfidz yang melewati depan rumahnya.

“Pernah ada anak Tahfiz diusir parang, dari situ anak ini lapor ke polisi. (Polsek Panakkukang) karena trauma. Dia (Amir) tidak suka ini anak- anak beraktivitas depan rumahnya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Razia PPKM di Gowa Berujung Ricuh, Oknum Satpol PP Memukul Ibu Hamil Pemilik Warkop

Terkait hal tersebut kini Pengelola Rumah Tahfidz Quran Nurul Jihad dikabarkan telah melaporkan Anggota DPRD Kabupaten Pangkep H Amiruddin ke Polsek Panakkukang.

Share.

Leave A Reply