Selasa, 27 Oktober 2020
Beranda Teknologi Sosial Media Viral Curhatan Wanita Ngaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Bandara...

Viral Curhatan Wanita Ngaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soetta

Sosial Media, RANCAH POST – Beredar sebuah thread yang menceritakan seorang wanita yang menjadi korban dugaan pemerasaan dan pelecehan seksual saat melakukan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta.

Thread tersebut dibagikan oleh si wanita yang berinsial LHI (23), melalui akun Twitter-nya @listongs pada Jumat, 18 September 2020.

Dugaan pelecehan seksual saat rapid test ini terjadi pada 13 September 2020 lalu ketika wanita tersebut hendak melakukan perjalanan ke Nias, Sumatera Utara.

Ia yang belum melakukan rapid test lalu berencana untuk rapid tes di bandara. LHI pun tiba di terminal 3 pada pukul 04.00 untuk melakukan rapid test di tempat resmi yang sudah disediakan oleh pihak bandara.

“flightku jam 6 pagi, jadi sekitar jam 4 pagi aku udah sampai terminal 3 untuk melakukan rapid test. Aku test rapid-nya di tempat resmi yang sudah disediakan oleh bandara soetta (bukan yang dari traveloka/tiket.com),” tulis akun Twitter @listongs.

Mulanya ia merasa yakin bahwa hasil rapid test yang dilakukannya bakal nonreaktif, namun ternyata hasilnya dinyatakan reaktif oleh petugas.

“tapi yaudah, mungkin akunya yang terlalu sombong, jadi rapid aku reaktif Ig G. di situ aku yaudah pasrah, mau cancel flight juga gapapa. karena pergi ke nias juga gak urgent-urgent banget.” sambungnya.

Setelah sempat berniat untuk cancel penerbangannya, akan tetapi petugas yang mengaku dokter itu disebutkan malah menawarkan perubahan data terkait hasil rapid test-nya yang reaktif.

“habis itu dokternya nanyain, “kamu jadi mau terbang gak?” di situ aku bingung kan, hah kok nanya nya gini…. terus aku jawab lah “lah emangnya bisa ya, pak? kan setau saya ya kalo reaktif ga bisa lanjut travel”.
habis itu dokternya bilang “ya bisa nanti saya ganti data-nya,” ungkapnya lagi.

Ia pun sempat menolak karena takut menularkan Covid-19 ke orang-orang di Nias. Akan tetapi, dokternya terkesan memaksa agar LHI tetap terbang ke Nias.

“tapi, si dokternya malah terkesan “maksa” biar aku tetep terbang ke nias. katanya “gapapa mba, terbang aja, mba gapapa kok sebenernya, ga bakal nularin ke orang2 di sana. kalo mau ttp berangkat, ini saya rapid lagi, bayar aja 150k lagi buat test ulangnya.” tulisnya lagi.

Singkat cerita, LHI bercerita bahwa oknum dokter itu juga mengikutinya hingga departure gate dan mengajaknya untuk mengobrol di tempat yang sepi.

“abis dapet surat itu, yaudah lah aku pergi, keluar tempat test, mau naik ke atas ke departure gate. nah pas masih jalan, pas mau masuk ke departure gate, ternyata si dokter itu ngejar aku lalu mengajak untuk ngobrol di tempat yang sepi. huhuh bodohnya aku knp aku ngikut2 aja :(” tulis LHI.

Dan di sanalah LHI mengaku diminta bayaran oleh sang oknum dokter sebanyak Rp1,4 juta. Lalu, sang oknum dokter itu juga melakukan pelecehan seksual dengan mencium dan meraba payudaranya.

“aku kira cuma selesai sampai di situ, ternyata enggak 🙁
abis itu, si dokter ndeketin aku, buka masker aku, nyoba untuk cium mulut aku. di situ aku bener2 shock, ga bisa ngapa2in, cuma bisa diem, mau ngelawan aja gabisa saking hancurnya diri aku di dalam.

aku bener2 kaget dan gak bisa ngapa2in, si dokter bajingan ini malah melanjutkan aksinya dengan meraba-raba payudara aku. perasaanku hancur. bener2 hancur. nangis sekeras-kerasnya dari dalam. bahkan untuk teriak tolong aja gak bisa.” paparnya.

BACA JUGA: Pulang Kerja, Wanita Ini Alami Pelecehan Seksual di KRL, Pelaku Kepergok Gesek-gesek Alat Kelamin

Sontak saja, usai LHI membagikan thread di Twitter-nya mengenai dugaan pemerasan dan pelecehan seksual saat rapid test di bandara yang dialaminya ini menjadi viral. Banyak netizen yang langsung menanggapi thread tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

105,854FansSuka
1,824PengikutMengikuti
1,261PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan