Sabtu, 8 Agustus 2020
Beranda Teknologi Sosial Media Viral Cerita Predator Seks Fetish Kain Jarik, Pelaku Modus Riset Bungkus Membungkus

Viral Cerita Predator Seks Fetish Kain Jarik, Pelaku Modus Riset Bungkus Membungkus

Sosial Media, RANCAH POST – Baru-baru ini jagat maya tengah diramaikan dengan cerita predator fetish kain jarik usai dibagikan oleh seorang warganet di Twitter.

Cerita tersebut diketahui dibagikan oleh akun Twitter @m_fikris pada Rabu 29 Juli 2020 kemarin. Thread tersebut diawali dengan “Predator ‘Fetish Kain Jarik’ Berkedok Riset Akdemik dari Mahasiswa PTN di SBY – A Thread’.

Akun tersebut bercerita bahwa hal tersebut berdasarkan pengalaman pribadi yang dialaminya sendiri. Ia tidak menyangka dan syok telah menjadi korban pelecehan seksual.

Hal tersebut berawal dari pertemanannya dengan seorang pria bernama Gilang yang mengaku bahwa dirinya mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya angkatan 2015.

“Jadi awalnya waktu gw maba di salah satu PTN di SBY (tp beda PTN ama dia ya), taun lalu, dia ngefollow gw di IG dan ninggalin komentar suruh difollback. Nah yaa udah lah, liat foto ignya dia juga anak PTN di SBY yaa aku follback.” tulis Mufis.

Hingga akhirnya pria bernama Gilang tersebut meminta nomor WhatsApp Mufis dengan alasan riset proyek tulisannya. Singkatnya, Gilang pun menjelaskan terkait riset yang hendak dilakuannya tentang bungkus-membungkus.

“Lanjut di wa, dia njelasin maksud minta no WAku sebelumnya yakni untuk riset dia. Dia bilang sedang ngadain riset tentang bungkus-membungkus. Waktu gw nanya maksudnya apa pasti dialihin gitu lah, kek jangan nanya-nanya dulu, nanti juga bakal tau dsb.” tulisnya lagi.

Meski sempat menolak, Gilang terus membunjuknya dan meyakinkan bahwa riset yang akan dilakukan itu aman hingga Mufis pun menyetujui hal tersebut dengan alasan kasihan.

“Terus dia jelasin juga alasannya dia bikin riset gituan buat apa. Katane dia lg bikin tulisan gitu. Nah dia bungkus2 gw gitu biar gw tertekan trus ngeluarin emosi2 kaya nangis, cemas, gugup gitu2.

Karena gw sedikit takut ama penjelasan dia, gw nolak dong. Tp dia terus jelasin kalo ini tuh aman, ini tuh udah dicoba ke banyak orang (read:korban) dan selamat gitu-gitu lah.

Ampe dia mohon2 gini lah, terus karena gw kasian yaa dia bilang juga karena udah semester 10. Trus katane tenggat waktunya udah mepet. Ampe bilang mau memohon gitu di kaki gw wkkwwk. Ya udah gw mau bantuin dia,” lanjutnya.

Ringkasnya, Mufis pun membantu Gilang dalam risetnya ini, ia dibantu oleh temannya meskipun sebenarnya Mufis merasa takut dan risih akan hal ini.

Mufis direkam dalam keadaan terbungkus kain selama tiga jam. Selain dirinya, Gilang sang predator fetish ini juga meminta teman Mufis untuk dibungkus juga dengan kain jarik dan dilakban.

“Selain itu, katane video waktu gw dibungkus rada salah harus diulang (dancok!! gendeng). Dia juga minta gw buat bikin reaksi yang dibikin2 gitu lah intine. Rada nolak juga si sebenere gw, tp ngulang itu urusan nanti lah. Sekarang tinggal temen gw dulu yg dibungkus.” cerita Mufis.

Lama kelamaan, Mufis mulai kelewat risih dengan aktivitas-aktivitas yang disuruh Gilang ini memang aneh apalagi dalam hal ini ia terus dipaksa.

“Waktu itu dia juga lg nelfon temen gw (buat ngeyakini temen gw lanjut). Gw marah lah di situ, gw bilang penelitian macem apa maksa2 subjek penelitiannya. Gak fair klo punya penyakit malah buat neken orang bertindak semena-mena.” ungkapnya.

Hingga ia menyadari bahwa ia sebenarnya hanya dijadikan objek seksual, bukan objek riset seperti yang dikatakan di awal.

Berikut thread lengkap yang diunggah akun Twitter @m_fikris terkait predator fetish kain jarik. Hingga kini, thread tersebut menjadi viral dan ramai diperbincangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

106,196FansSuka
1,824PengikutMengikuti
1,263PengikutMengikuti
10,600PelangganBerlangganan